Sunday , December 15 2019
Breaking News
Konferensi Internasional Persatuan Islam Kembali Diselenggarakan di Tehran.

Konferensi Internasional Persatuan Islam Kembali Diselenggarakan di Tehran.

Konferensi Internasional tentang Persatuan Islam digelar di Tehran dengan mengusung tema “Persatuan Umat Islam dalam Membela Masjid Al-Aqsa”. Konferensi Internasional ke-34 tentang Persatuan Islam berlangsung selama dua hari ke depan.

Konferensi internasional persatuan Islam ini dihadiri oleh 400 tokoh politik, cendekiawan dan akademisi dari 90 negara, termasuk Indonesia untuk membahas masalah paling penting dari dunia Islam.

Pada pertemuan tingkat dunia ini, 10 pembicara akan menyampaikan pandangannya, dilakukan pemberian penghargaan terhadap 5 tokoh internasional terkemuka.

Para tamu konferensi akan bertemu dengan Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran, Ayatullah Sayid Ali Khamenei, menghadiri peluncuran permadani gerakan perlawanan dan pameran prestasi, dan pemberian penghargaan kepada para pahlawan perlawanan, dan para aktivis wanita dan pemuda yang aktif dalam gerakan pembelaan terhadap Palestina.

Konferensi Persatuan Islam tahun ini dibagi menjadi 4 komite dan 16 pertemuan khusus akan diadakan, dengan fokus khusus masalah pemuda dan gerakan perlawanan. Sehari sebelumnya, para tamu konferensi Persatuan Islam mengunjungi makam Imam Khomeini untuk memberikan penghormatan kepada pendiri Republik Islam Iran.

Pada bebarapa tahun sebelumnya pertemuan internasional ini menyerukan pelaksanaan langkah-langkah mendesak untuk menghapus perpecahan dan bertindak untuk menata urusan Dunia Islam. Para peserta  membahas isu-isu yang antara lain; peran gerakan Takfiri dalam memecah belah kaum Muslim, urgensitas memerangi gerakan Takfiri demi mewujudkan persatuan umat, peran imperialis dalam upaya gerakan Takfiri memecah Dunia Islam, bahaya gerakan Takfiri dan hambatan yang diciptakan oleh ideologi Takfiri dalam mewujudkan cita-cita umat Islam untuk membentuk peradaban baru Islam. Pemikiran Takfiri sebagai bahaya utama bagi persatuan kaum Muslim. Oleh sebab itu, seluruh individu yang meyakini konsep pendekatan antar-mazhab dan persatuan umat, harus menjadikan perang melawan Takfiri sebagai fokus utamanya. Deklarasi juga meminta kesadaran, kearifan dan kewaspadaan kaum Muslim terhadap model baru imperialisme.

Source: ABNA / Parstoday

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Scroll To Top