Sunday , September 23 2018
Breaking News
KontraS Surabaya: Pemerintah belum Temukan Solusi Pemulangan Pengungsi Syiah Sampang

KontraS Surabaya: Pemerintah belum Temukan Solusi Pemulangan Pengungsi Syiah Sampang

Surabaya – Kepala Biro Pemantauan dan Dokumentasi HAM, Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Fatkhul Khoir mengatakan, pemerintah melalui Kementerian Agama (Kemenag) belum menemukan solusi untuk memulangkan pengungsi Syiah Sampang yang kini tinggal di rumah susun Jemundo Sidoarjo sejak tahun 2013.

“Ternyata pemerintah tidak mau mengurus pemulangan mereka,” imbuh Fatkhul pada acara renungan malam “5 Tahun Warga Syiah Sampang menjadi Pengungsi di Negeri Sendiri,” di Suarabya, Selasa 21 Maret 2017.

Apa yang disampaikan Fatkhul merujuk kepada pernyataan Menteri Agama Lukman Hakim Saifudin saat ditanya Kompas usai menghadiri wisuda ke-78 di kampus Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya, Sabtu 18 Maret 2017.

“Masalah ini (pengungsi Syiah) lebih ditangani Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Daerah, kita terus koordinasikan,” kata Menteri Lukman saat itu.

Fatkhul pun menyoroti peran pemerintah yang hanya memberikan jatah hidup kepada warga Syiah Sampang selama di pengungsian. Padahal pihaknya telah melakukan berbagai upaya untuk memulangkan mereka melalui berbagai upaya di antaranya advokasi. Bahkan, upaya diskusi mencari solusi pun sudah dilakukan, namun ternyata belum ada respon positif.

Oleh karena itu ia mengajak berbagai pihak melakukan diskusi publik agar bisa menyuarakan rekonsiliasi yang sempat dibentuk pemerintah.

Tidak adanya polical will dari pemerintah ini dikhwatirkan malah membesarkan praktik intoleransi yang mengarah pada radikalisme.

“Tanggungjawab kita bersama mendesak negara memulangkan mereka,” pungkasnya.

(LY)

 

3 comments

  1. Assalamualaikum

  2. Assalamualaikum.
    Dalam UUD 1945. Bab Xl Pasal 29.
    Berbunyi :
    (1). Negara berdasar atas Ketuhanan Ysng Maha Esa.
    (2). Negara menjamin kemerdekaan tiap – tiap penduduk
    untuk memeluk agamanya masing – masing dan untuk beribadat menurut agamanya dan
    kepercayaannya itu.
    PERTANYAAN :
    Mengapa jenazah almh Kurriyah di perlakukan seperti itu ?
    Apakah perlakuan seperti itu yang di kehendaki sebagai warga Negara Kesatuan Republik Indonesia menurut UUD 1945 tsb. ?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Scroll To Top