Saturday , January 25 2020
Breaking News
Langkah Pemerintah Lindungi Budaya Tabut

Langkah Pemerintah Lindungi Budaya Tabut

TabutTABUT, merupakan upacara tradisional masyarakat Bengkulu untuk mengenang kisah kepahlawanan dan kesyahidan cucu Nabi Muhammad SAW, Husein bin Ali bin Abi Thalib yang diperingati setiap tanggal 1 hingga 10 Muharam.

Selasa (16/12), Balai Pelestarian Nilai Budaya (BPNB) Padang yang merupakan Unit Pelaksana Teknis (UPT) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dengan wilayah kerja Sumatera Barat, Bengkulu, dan Sumatera Selatan menggelar seminar terkait warisan budaya yang sudah diperingati sejak ratusan tahun lalu itu di Hotel Ananda kota Bengkulu.  (TABUT)

Seminar dengan tema, ”Hasil Inventarisasi Perlindungan Karya Budaya Tabut” di Bengkulu ini tidak hanya dimaksudkan untuk melindungi budaya Tabut, melainkan juga untuk menaikkan pamor budaya Tabut agar diakui di tingkat nasional dan internasional (UNESCO). Selain itu, juga sebagai langkah antisipasi agar warisan budaya penuh makna itu tak mudah diklaim negara asing sebagai budayanya. Terkait rencana ke Unesco, BPNB ingin membuat buku yang kemudian akan dikirim ke Unesco. Hanya saja hal tersebut masih membutuhkan proses panjang mengingat data yang belum lengkap dan valid, karena dari hasil inventarisasi tersebut masih banyak data yang hanya didapat dari internet saja.
 
“Selama budaya itu masih ada perdebatan di internal masyarakat itu sendiri, maka tidak akan diterima  dan diangkat di ranah internasional “ tegas Hariadi, salah satu tim inventarisasi.
 
Selain itu masih banyak dalam draf invetarisasi yang mengandung kesalahan dan memerlukan usulan untuk perbaikan, sehingga dapat diterima oleh masyarakat dan bisa dicetak dalam bentuk buku.

Draf tersebut berisi dua hal penting yaitu sejarah Tabut dan tata cara beserta alat perlengkapan upacara Tabut.
 
Ir. Ahmad Syafril, ketua Kerukunan Keluarga Tabut (KKT) mengkritik masih banyaknya kesalahan dalam draf yang dibuat saat ini, seperti dari segi bahasa, istilah dan masih banyak lagi yang lain. Kesalahan dalam draf tersebut terutama terkait sejarah Tabut.
 
Dalam kesempatan tersebut Ahmad Syafril menerangkan bahwa upacara Tabut itu multi kultural. Semua etnis dan agama dapat ikut dalam upacara ini. Hal ini dapat dilihat dalam sejarah Tabut pada jaman dulu yang dilakukan tidak hanya oleh orang Islam atau Kerukunan Keluarga Tabut saja, namun seluruh masyarakat ikut berpartisipasi.
 
“Mereka ada yang dari agama Budha, Tionghoa yang ada di kampung Cina pun, turut berpartisipasi. Bahkan masyarakat yang ada di luar kota , turut hadir,” terang Ahmad Syafril.
  
Seminar ini diharapkan dapat mengangkat dan melestarikan budaya daerah. Budaya, jika tidak dipublikasikan dan dipatenkan maka akan musnah dengan sendirinya. Sebab budaya itu dinamis bukan statis. Dengan perkembangan zaman maka budaya bisa saja berubah atau bahkan diklaim oleh negara lain seperti pernah terjadi pada kesenian tradisional Reog asal Ponorogo.
 
Begitu pun halnya dengan Tabut dari Bengkulu, atau dikenal sebagai Tabuik di Pariaman. Tentu saja kita tidak rela jika budaya yang ada di Indonesia musnah atau dirampas negara lain.(Malik-Mamat/Yudhi)

2 comments

  1. Ir. Achmad Syiafril

    membuat berita jangan menyesatkan, kami KELUARGA KERUKUNAN TABUT BENCOOLEN sudah teriak-teriak tidak ada tabot yang ada TABUT-BENCOOLEN , KOK MASIH SAJA MEMBANDEL
    BISMILLAHIR RAHMANIR RAHIIM
    ASSALAMU ‘ALAIKUM WARAHMATULLAAHI WABARAKAATUH
    D E K L A R A S I
    DALAM RANGKA MENGHENTIKAN TUDUHAN SEPIHAK DARI PIHAK-PIHAK TERTENTU MAKA Pada Rabu, 10 Desember 2014 MELALUI GEDUNG DPRD KOTA BENGKULU DENGAN INI KAMI KOMUNITAS KERUKUNAN TABUT BENCOOLEN MENYATAKAN KEPADA KHALAYAK BAHWA :

    1. PADA KELOMPOK- KELOMPOK PEWARIS TABUT YANG TERGABUNG DALAM KOMUNITAS KERUKUNAN TABUT BENCOOLEN “TIDAK ADA KEPERCAYAAN” : JIKA TIDAK MELAKSANAKAN UPACARA TABUT AKAN TERJADI BENCANA ATAU MUSIBAH SEBAGAIMANA PERNYATAAN ATAU TUDUHAN OLEH PIHAK- PIHAK TERTENTU ;
    2. TIDAK ADA HUBUNGAN “UPACARA TABUT DAN BENCANA” ;
    3. TIDAK ADA LAGI KATA “TABOT” KARENA ‘TABOT’ BERARTI “BERHALA” YANG SAMA SEKALI TIDAK SESUAI DENGAN HAKEKAT ATAU SUBSTANSI UPACARA YANG KAMI LAKSANAKAN YAITU :
    * MENGENANG SEGALA YANG SYAHID DI PADANG KERBALA TERUTAMA IMAM HUSEIN BIN ALI BIN ABI THALIB ;
    * MEMULIAKAN AHLUL BAYT ;
    * MENGENANG KEJAYAAN ISLAM ; DAN
    * MENYONGSONG TAHUN BARU HIJRIYAH.
    DENGAN DEMIKIAN, YANG ADA HANYALAH KATA “TABUT” YANG UNTUK MEMBEDAKANNYA DENGAN TABUT-TABUT LAIN MAKA KAMI SEBUT SAJA The Tabutbencoolen.
    4. KEMENYAN BUKANLAH UNTUK MEMANGGIL JIN, SYETAN, ATAU IBLIS MELAINKAN HANYALAH SENI-BUDAYA PEMANFAATAN ASAP UNTUK MENGHARUMKAN ARENA UPACARA DAN ATAU MENETRALISASI BAU-BAUAN TIDAK SEDAP SERTA UNTUK MEMBANGKITKAN SEMANGAT MENEGAKKAN KALIMAH TAUHID “LAILA HAILLALLAAH” ;
    5. TIDAK PERNAH ADA “BONEKA DARI TANAH”, YANG ADA HANYALAH “DUA GENGGAMAN TANAH” ATAU ‘SEGENGGAM TANAH’, JADI BAGI YANG HENDAK MENYANYIKAN LAGU “BULAN TABUT” MAKA GENTILAH TIGA KATA “BONEKA DARI TANAH” MENJADI “DUA GENGGAMAN TANAH” ;
    6. DALAM PROSESI UPACARA TABUT YANG KAMI LAKUKAN TIDAK ADA YANG MELANGGAR AJARAN AGAMA ISLAM : SEBAGAIMANA SABDA RASULULLAH DALAM HADIST QUDSI BAHWA “KUNCI SURGA ITU ADALAH IKHTIQAD DAN IKRAR”, SELAMA IKHYTIQADNYA MASIH ALLAH DAN IKRARNYA KALIMAH “LAILA HAILLALLAAH” MAKA DALAM KAIDAH TAUHID INI SESEORANG TIDAK BOLEH MENYIRIKKAN ORANG LAIN (HR AL BAZAR DAN AHMAD BIN HAMBAL DARI MUAZ BIN JABAL RA) ;
    7. UNTUK MASA MENDATANG BAIK KELOMPOK MAUPUN PERORANGAN TIDAK USAH MEMPERMASALAHKAN TABUT APALAGI MEMPERTENTANGKANNYA DENGAN AGAMA KARENA The Tabutbencoolen ADALAH KEARIFAN LOKAL SENI BUDAYA YANG SARAT PESAN MORAL SUDAH BERLANGSUNG RATUSAN TAHUN SEJAK 1336 MASEHI ;
    8. APABILA MASIH ADA PIHAK-PIHAK TERTENTU BAIK PERORANGAN ATAUPUN KELOMPOK YANG MENUDUH KAMI TIDAK SESUAI DENGAN DEKLARASI INI MAKA KAMI KOMUNITAS KERUKUNAN TABUT BENCOOLEN AKAN MELAKUKAN TINDAKAN HUKUM ATAU LAINNYA.

    DEMIKIAN DEKLARASI INI UNTUK DAPAT DIPAHAMI DAN DIMAKLUMI OLEH SEMUA PIHAK

    BENGKULU, 10 DESEMBER 2014
    KOMUNITAS KERUKUNAN TABUT-BENCOOLEN PROVINSI BENGKULU

  2. Ir. Achmad Syiafril

    TIDAK ADA ormas YANG BERNAMA KERUKUNAN KELUARGA TABOT ,,,,,,,,, yang ada KELUARGA KERUKUNAN TABUT -BENCOOLEN yang sah dengan akta notaris dan PENGADILAN n terdaftar di KESBANG PROVINSI n kota Bengkulu

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Scroll To Top