Monday , November 18 2019
Breaking News
Laporan Lanjutan dari Najaf, Irak

Laporan Lanjutan dari Najaf, Irak

Situasi terakhir di Irak kian memburuk. Daulah Islam Irak dan Syam (DAIS) diduga akan sampai ke Baghdad dan menguasainya. Hal ini disebabkan kelemahan Nouri Maliki, elit tentaranya banyak yang desersi.

Kasus pendudukan Mosul oleh DAIS terjadi karena 3 panglima yang bertepatan ada di Mosul malah kabur ke Kurdistan.

Tentara dan polisi banyak yang lari keluar dari Mosul melepas seragam mereka saat 800an pemberontak bersenjata DAIS masuk ke Mosul.

Nouri memiliki 1 juta tentara tapi secara moral tidak siap melawan perang ala insurgensi.

Marjaiyyah (kepimpinan faqih) di Irak akhirnya memberi dukungan moral kepada Nouri, padahal sebelum kasus DAIS, posisi hauzah dan ulama punya ganjalan politik dengan Nouri Maliki. Marja Sistani contohnya, memberi seruan agar warga yang sehat menjadi sukarelawan perang ke Mosul. Seruan ini disambut berbondong-bondong rakyat di Najaf, Karbala dan Baghdad serta kota-kota lain untuk menjadi sukarelawan rakyat ke Mosul.

Eskalasi global yang kemungkinan akan terjadi jika DAIS masuk sampai ke Baghdad sebagai berikut:

AS mendapat alasan kembali masuk ke Irak karena mendapat undangan dari pemerintah Irak untuk mengirim drone-drone mereka menggebuk DAIS. Sebagian pengamat mengatakan DAIS adalah skenario Saudi dan AS untuk masuk kembali ke Irak.

Iran dan Suriah akan terpaksa turun jika DAIS masuk ke Baghdad. Alasannya untuk menghentikan pengaruh DAIS lebih luas di Irak. Iran juga punya kepentingan melindungi situs haram Imam Musa Kazhim dan Imam Muhammad Jawad di Kazimiyyah di Baghdad, sebagaimana Hizbullah harus turun tangan menghalau DAIS dari Qusyar di selatan Suriah yang makin dekat dengan haram Sayyidah Zainab yang sangat dihormati Muslim Syiah dunia.

Alasan Iran turun tangan dianggap perlu dilakukan karena jika DAIS berhasil menguasai Baghdad maka perang akan berkepanjangan seperti di Suriah. Alasan lain jika DAIS masuk Baghdad, kemungkinan besar mereka akan menghancurkan situs haram Imam Syiah dan itu akan mengundang kemarahan rakyat dan membuat situasi tidak terkontrol.

Kenyataan agak memalukan terjadi, terutama karena 30 ribu tentara di Mosul lari meninggalkan helikopter, mobil dan peralatan lain dari Mosul saat DAIS masuk Mosul. Tentara yang umumnya didikan AS dianggap setengah hati membela negara mereka.

Situasi di Irak sangat emosional. Pasca Marja Sistani memberi seruan agar warga yang sehat menjadi sukarelawan di Mosul melawan DAIS. Seruan ini disambut rakyat di mana-mana. Selepas shalat Jumat di Haram Imam Ali di Najaf, warga terus berteriak Labbayka Ya Ali dan siap menjadi sukarelawan perang.

Di Haram Imam Husain di Karbala, gelora yang sama juga terjadi. Warga mengangkat tangan berteriak Labayka Ya Husain dan berbondong-bondong menjadi sukarelawan perang ke Mosul dengan menggunakan bis. (Tasning/Yudhi)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Scroll To Top