Sunday , September 22 2019
Breaking News
Larangan Menistakan Hal yang Disucikan

Larangan Menistakan Hal yang Disucikan

Menistakan simbol yang disucikan merupakan masalah yang menimbulkan kondisi emosional yang kontraproduktif dan menghilangkan keseimbangan dialog yang diinginkan dalam kehidupan bermasyarakat. Alquran melarang tindakan demikian. Allah Swt berfirman,

Dan janganlah kamu memaki sembahan-sembahan yang mereka sembah selain Allah, karena mereka nanti akan memaki Allah dengan melampaui batas tanpa pengetahuan. Demikianlah Kami jadikan setiap umat menganggap baik pekerjaan mereka. Kemudian kepada Tuhan merekalah kembali mereka, lalu Dia memberitakan kepada mereka apa yang dahulu mereka kerjakan. [QS. al-An’am: 108]

Dengan roh insaniah inilah Allah Swt mengarahkan orang-orang yang beriman dalam pergaulan mereka sesudah Dia menerangkan kepada mereka tugas-tugas dakwah mereka yang tidak mengandung unsur pemaksaan pendapat terhadap pihak lain, termasuk orang-orang musyrik.

Allah Swt berfirman,

Dan kalau Allah menghendaki, niscaya mereka tidak mempersekutukan(Nya). Dan Kami tidak menjadikan kamu pemelihara bagi mereka, dan kamu sekali-kali bukanlah pemelihara bagi mereka. [QS. al-An’am: 107]

Nas-nas Islam yang melarang hujatan dan pelaknatan sudah masyhur. Jika terhadap orang-orang musyrik pun ternyata perlakuan harus demikian, lantas bagaimana lagi dengan dialog antar sesama muslim yang sudah seharusnya saling bersaudara, memiliki satu tujuan yang sama, ikut merasakan jika yang lain sakit atau mendambakan sesuatu. Dengan demikian, penistaan sama sekali tidak dapat ditolerir, khususnya terkait hal-hal yang disucikan oleh pihak lain dan tidak ada kaitannya dengan keyakinan-keyakinannya yang paling pokok.

Sayyid Jalaluddin Mir Aghai, Pelangi Islam

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Scroll To Top