Sunday , December 15 2019
Breaking News
Lebih Dekat Mengenal Filsafat

Lebih Dekat Mengenal Filsafat

Dr.Ammar Fauzi.MASelain dianggap pembahasan “menakutkan” bagi sebagian kalangan, filsafat (dalam hal ini Filsafat Islam), bahkan masih dipandang sebagai sesuatu yang “buruk” oleh sebagian umat Islam sendiri.

Namun kesan-kesan menakutkan tentang filsafat itu mendadak sirna dan berubah menjadi perbincangan menyenangkan saat sejumlah masyarakat pencinta Filsafat dan mahasiswa Sekolah Tinggi Filsafat Islam SADRA, Jakarta Selatan menggelar kelas Filsafat rutin yang terbuka untuk umum tiap pekan di kampus mereka, seperti Sabtu (9/5) lalu.

Dr. Ammar Fauzi, Dosen STFI SADRA selaku pembicara menjelaskan bahwa Filsafat Islam biasanya bermula dari konsep. “Sangat tradisionalis,” ucapnya. 

Ada tiga tahapan yang dianut dan dijadikan pegangan oleh semua filosof Islam, menurut Ammar. Yaitu apa yang biasa dikenal sebagai tiga pertanyaan dasar atau induk masalah yang bisa diketahui.

“Pertama, masalah ‘apakah?’ Kedua, hal ‘adakah?’ Ketiga, ‘kenapa?’” terang Ammar.

Muthahhari (salah seorang cendekiawan dan filosof muslim abad 20) menurut Ammar, seringkali mengingatkan para pelajar filsafat pada dua hal. Pertama, berkenaan dengan konsep dalam filsafat Islam. Siswa akan mengalami banyak kesulitan bukan dalam rangka pembuktian  atau argumentasi tapi justru dalam pengertian dan pemahaman konsep.
Mulla Sadra
“Menurut Syahid Muthahhari, sebelum berpikir filosofis, mesti paham dulu ‘berpikir’ itu apa pengertiannya? Pembatasannya bagaimana?” ungkap Ammar.

Ammar mencontohkan tentang Pluralisme Agama dalam Islam. Terkait hal itu seorang filosof haruslah memilah, pada tingkatan apa Pluralisme Agama diberlakukan dan pada tingkatan apa tidak perlu diberlakukan?

“Jangan sampai dipukul rata,” ingatnya.

Kedua, menurut Syahid Muthahhari, Filsafat Islam secara umum akan benar-benar dipahami seutuhnya apabila bisa membedakan mana level pikiran dan mana level di luar pikiran. Sehingga ketika seseorang mampu berpikir filosofis, maka dia juga akan mampu memetakan sejumlah persoalan yang ada dalam kehidupan nyata secara filosofis. (Lutfi/Yudhi)

 

Link Terkait

Kuliah Hikmah Mutaaliyan STFI SADRA

Temu Pakar STFI SADRA Menyoal Ungersi dan Aplikasi Filsafat Islam untuk Indonesia

Nasib Filsafat Klasik Islam

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Scroll To Top