Sunday , December 15 2019
Breaking News
#MaknaHaji: Serangan-serangan Pasca Iduladha

#MaknaHaji: Serangan-serangan Pasca Iduladha

Selama serangan pertama pada hari pertama, engkau menembak berhala yang pertama dan membuka jalan menuju tempat pengorbanan. Kemudian menanggalkan pakaian ihram dan merayakan kemenanganmu dengan perasaan bahagia. Pada hari kedua engkau harus menembak lagi, tetapi tembaklah tiga-tiganya. Kali ini engkau berganti lebih dulu menembak berhala yang pertama (Jumrah Ula), kemudian berhala yang kedua (Jumrah Wustha), dan terakhir berhala ketiga (Jumrah Uqba). Pada hari ketiga engkau mengulangi apa yang dilakukan pada hari kedua. Pada hari keempat engkau boleh tinggal atau meninggalkan Mina. Jika engkau memutuskan untuk tinggal, engkau harus menembak berhala lagi seperti hati kedua atau ketiga. Jika engkau memutuskan untuk meninggalkan Mina pada hari keempat, engkau harus menguburkan sisa senjatamu di tanah Mina. Ini adalah suatu keharusan.

Ketiga hari Setelah hari Id ini disebut Ayyam at-Tasyriq (Hari Tasyriq). Apakah artinya? Pada hari ke-10 Zulhijah engkau naik ke tingkatan lbrahim, engkau mendapat keberanian untuk ‘mengorbankan Ismail’, engkau mengalahkan setan di basis terakhirnya pada seranganmu yang pertama, engkau berkorban, engkau melepaskan pakaian ihram dan menghasilkan kemenangan dari front pertempuran Mina. Mengapa engkau harus meneruskan pertempuran? Ada pelajaran darimu -jangan lupa bahwa setan mampu bertahan hidup meskipun setelah dikalahkan.

Setiap ‘revolusi’, tidak peduli seberapa sukses revolusi tersebut, senantiasa dibayang-bayangi ancaman ‘kontrarevolusi’. Ular yang mati rasa bisa bangkit dan berubah warna pada saat engkau sedang mabuk kemenangan, bangga dengan kekuatan atau sibuk dengan perayaan. Mereka mungkin berpura-pura menjadi sahabatmu agar bisa bersamamu dan menghancurkan gerakanmu dari dalam dan mengambil alih hasil revolusimu. Mereka akan menjadi pewaris dari para pejuang kemerdekaan dan berkabung bagi para syuhada.

Kemenangan jangan sampai menyebabkanmu terlena. Karena itu, bila engkau telah menaklukkan Mina maka tetaplah tanganmu menggenggam senjata. Engkau harus memaksa setan keluar dari pintumu. Tapi setan bisa kembali lewat jendela. Ia kalah ‘di luar dirimu’ tapi ia bisa bangkit ‘di dalam dirimu’. Ia dirobohkan dalam pertempuran, tapi ia bisa memperoleh kekuatan kembali dalam perdamaian. Ia lenyap di Mina, tapi kini ia bisa subur dalam dirimu. Apa yang saya katakan? ‘Godaan’ memiliki ribuan wajah. Ia bisa saja ditolak karena tampil sebagai seorang kafir, namun ia pun akan kembali kepadamu sebagai seorang yang beriman. Ia bisa saja ditolak sebagai seorang politeis, namun ia akan menampilkan diri sebagai seorang monoteis.

Engkau bisa mcnguburnya di rumah-berhala. namun ia bisa menunjukkan diri di mihrab. Engkau bisa membunuhnya di Badar, namun ia bisa bangkit kembali di Karbala. Ia bisa saja terluka dalam Perang Khandaq di Madinah dan kemudian pulih kembali di masjid Kufah. Engkau bisa merampas berhala Hubal dari tangannya di Uhud, tapi ia akan mengangkat Alquran di ujung pedangnya sebagai siasat untuk mengalahkanmu di Shiffin.

Janganlah engkau begitu naif mengira bahwa perang telah usai setelah mengalahkan setan pada hari ke-10 di Mina, dan melepaskan baju besimu, mengenakan pakaian sehari-harimu, memakai make up dan parfum, merayakan kemenanganmu, mengabaikan ancaman, merasa bebas untuk meninggalkan Mina menuju Makkah, terus sibuk beribadah atau kembali ke kampung halaman dan memulai bisnismu lagi. Wahai engkau pejuang kemerdekaan, pengikut lbrahim, jangan lupa tanggal 10 Zulhijah adalah hari “Id Kurban” dan bukan hari “Id kemenangan”.

Pengorbanan Ismail merupakan awal haji, bukan akhir haji. Wahai tentara tauhid, setelah sukses mengadakan revolusi janganlah melepaskan dulu persenjataanmu. Janganlah terlalu larut dalam kegembiraan atas kemenanganmu, ancaman selalu ada dari pasukan yang kalah. Tiga basis musuh memang telah dimusnahkan namun akar dari ketiga berhala (setan) itu ada di Mina. Setelah hari Id, engkau harus tetap mempertahankan semangat heroikmu dan siap setiap Saat untuk bertempur. Dengan pertolongan dari prajurit lainnya, engkau harus menyusun sebuah rencana yang terjadwal dengan baik dan berdisiplin untuk melenyapkan fondasi-fondasi ketiga berhala tersebut.

  • Revolusi-revolusi selalu dalam ancaman bahaya, sekalipun itu revolusi yang paling berhasil.
  • Jangan terlampau bangga, sekalipun kemenangan terbesar telah engkau raih.
  • Engkau masih berada dalam ancaman bahaya meskipun engkau adalah Ibrahim dan sudah mengorbankan Ismail.

Setan memiliki banyak warna dan banyak tipu daya. Setan pernah mencoba memperdaya engkau dengan nyawa Ismail dan sekarang engkau mungkin ditipu oleh rasa bangga karena telah mengorbankan Ismail. Karena itu hendaklah engkau selalu siap siaga untuk bertempur melawan tipu daya setan. Sebelum engkau berada di Mina, tembaklah berhala-berhala itu dengan amunisimu.

Mina adalah negeri keyakinan, cinta, dan tempat segala harapan dan kebutuhanmu. Ia merupakan front dari semua kemenanganmu yang gemilang dan terhormat. Mina adalah hajimu, puncak kesempurnaanmu, cita-cita kehidupanmu. Mina adalah langkah tauhid yang pertama dan juga penyergapan setan, musuh manusia yang paling berbahaya. Engkau selalu berada di Mina atau Mina selalu berada dalam dirimu; engkau selalu berada dalam bahaya karena berhala-berhala itu selalu siap memberontak melawanmu. Setelah hari Id, ketika masih di Mina, tembaklah berhala-berhala itu setiap hari.

  • Siaplah selalu untuk memperjuangkan kemerdekaan selama hidupmu.
  • Berjuang demi kemerdekaan tidak harus menjadi seorang pemimpin atau memperoleh kekuasaan.
  • Dengan mengalahkan musuh tidak berarti perjuanganmu usai.
  • Yang harus engkau rayakan adalah Id Kurban, bukan kemenangan.
  • Tanggalkan baju perangmu, tapi jangan lepaskan senjatamu.
  • Kemenangan diperoleh dalam sehari, tapi jika engkau tidak waspada maka engkau akan kalah dalam sekejap.
  • Untuk merobohkan musuh diperlukan satu tembakan, tapi untuk memastikan bahwa musuh mati maka mungkin diperlukan tujuh tembakan.
  • Untuk mengambilalih pangkalan musuh mungkin cukup dengan satu serangan dan tujuh tembakan, tapi untuk melenyapkannya engkau memerlukan serangan lebih dari sekali dan tujuh puluh tembakan lebih.
  • Bagi-bagilah amunisi (kerikil) yang telah engkau kumpulkan di Masy’ar.

Berapa peluru yang engkau miliki? Tujuh puluh butir, di sini tujuh dan tujuh puluh butir lagi? Pada hari pertama (hari ke-10) engkau menyerang dengan tujuh butir peluru ke berhala yang terakhir. Pada hari kedua, ketiga dan keempat, tiga Serangan dengan masing-masing tujuh peluru untuk setiap berhala (9 x 7 = 63). Total 70 peluru dalam sepuluh serangan, suatu angka yang bulat. Serangan terakhir pada hari keempat (13 Zulhijah) merupakan serangan opsi. Terserah padamu mau melakukannya atau tidak. Jika engkau merasa masih dalam ancaman bahaya maka engkau boleh tinggal dan engkau harus menembak ketiga berhala seperti kedua hari sebelumnya. Hanya sepertujuh dari senjata yang engkau kumpulkan digunakan untuk mengalahkan musuhmu. Enam pertujuh lagi digunakan untuk melanjutkan perjuangan setelah meraih kemenangan. Ini untuk mencegah terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan dari semua gerakan dan akibat yang tidak terduga manakala terjadi revolusi-revolusi. Hal demikian pernah terjadi dalam gerakan Islam ketika kepatuhan politik Abu Sufyan dirancukan dengan kepatuhan Islam yang sejati kepada Tuhan Yang Mahakuasa.

Guna mencegah jangan sampai politeisme (kemusyrikan) menyembunyikan diri dalam monoteisme (tauhid), engkau harus berjuang selama 23 tahun mengalahkan kebodohan kaum Quraisy. Engkau harus menghancurkan ketiga basis, yakni kolonialisme, kapitalisme, dan kemunafikan yang dikalahkan dalam Perang Badar dan Perang Parit (Khandaq), jangan sampai mereka berada di pihak yang menang dan merebut kepemimpinan Islam. Meskipun engkau merayakan kemenangan di Saqifah namun si pembunuh akan menuntut balas di Karbala, menumpahkan darah keluarga Nabi di tepi sungai Euphrat. Begitu banyak kezaliman yang dilakukan atas nama Khalifah Rasulullah saw.

Ali Syariati

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Scroll To Top