Tuesday , October 22 2019
Breaking News
Masa Depan Budaya Indonesia Di Tengah Bombardir Budaya Asing

Masa Depan Budaya Indonesia Di Tengah Bombardir Budaya Asing

Masa Depan Budaya IndonesiaMusik Pop Korea yang biasa disebut K-Pop (Korea Pop) kini telah menjalar di penjuru dunia tak terkecuali Indonesia. Bagi negara Korea, tentu ini menjadi keuntungan yang sangat besar, selain dari yang dihasilkan oleh
ekspor budaya itu sendiri, produk-produk yang berkaitan dengan budaya Korea itu menjadi laku keras di pasaran.

Lalu bagaimana efeknya terhadap negara yang mengimpor budaya K-Pop itu?

Di Indonesia sendiri budaya K-Pop kian populer dan makin digandrungi, terutama oleh kalangan muda. Padahal, ragam budaya Indonesia sangat banyak namun justru terkesan ditinggalkan oleh pemiliknya.

Menurut Eka Wenats Wuryanta dari Universitas Paramadina dalam sebuah diskusi di bilangan Jakarta Selatan, tumbuhnya budaya populer itu karena didukung oleh media massa.

“K-Pop sendiri didukung oleh kebijakan pemerintah Korea ke luar, sebagai bagian dari promosi produk ekonomi kreatif yang mendorong perekonomian Korea,” ungkap Eka.

“Kalau saja kurang terekspos maka hanya akan jadi budaya pinggiran, sama seperti Dangdut Pantura yang hanya akan populer di sekitar Indramayu saja,” tambahnya.

Selain itu, budaya tradisional hingga saat ini belum didukung media. “Padahal macamnya sangat banyak, ada Lenong, Ludruk, Wayang, Keroncong dan lainnya,” tambah Eka.

Kebudayaan Indonesia, menurut Eka, saat ini telah digusur habis-habisan oleh budaya-budaya lain yang lebih didukung oleh teknologi komunikasi.

“Kalau Indonesia tidak memiliki strategi kebudayaan yang matang, budaya-budaya di Indonesia perlahan akan habis digerus budaya Asing,” imbuhnya.

Tergerusnya budaya Indonesia tak lepas dari sikap Indonesia sendiri yang tidak kritis dalam menyikapi segala hal yang masuk dari luar, dan tak dapat memilah-milah mana yang terbaik bagi bangsa dan mana yang justru akan menjadi ancaman.

Budaya K-Pop menurut Eka tak lebih dari sekedar menginspirasi masyarakat menjadi cengeng.

“Menginspirasi sinetron, drama, yang membawa kepada kecengengan cinta, kekerasan verbal dan sebagainya,” pungkas Eka.

Tentu saja dalam soal kualitas, K-Pop itu tidak sebanding dengan budaya-budaya asli Indonesia yang menyimpan banyak hikmah, sekaligus mengandung pelajaran luhur di dalamnya. (Malik/Yudhi)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Scroll To Top