Sunday , March 29 2020
Breaking News
Masa Imam Mahdi, Masa Kedaulatan Tauhid dan Keadilan (3/3)

Masa Imam Mahdi, Masa Kedaulatan Tauhid dan Keadilan (3/3)

Imam Ali Khamenei menandaskan, salah satu bahaya besar dalam masalah ‘Mahdawiyah’ adalah munculnya langkah-langkah yang dangkal, bodoh, tidak otentik, dan didasari oleh khayalan dan dugaan semata. Hal seperti ini justru akan memunculkan para pembohong dan menjauhkan masyarakat dari hakikat penantian yang sebenarnya.

Pembahasan sebelumnya Masa Imam Mahdi, Masa Kedaulatan Tauhid dan Keadilan (1/3)

Beliau menyinggung tentang kemunculan para pembohong dalam rentang sejarah yang menyebut diri sendiri atau orang-orang tertentu sebagai bagian dari tanda-tanda kedatangan al-Mahdi. “Semua klaim seperti itu salah dan menyimpang. Sebab, sejumlah hal yang disebut sebagai tanda ‘dhuhur’ tidak otentik dan lemah, sementara hal-hal yang sah juga tidak mudah dicarikan objek penerapannya,” jelas beliau.

Pemimpin Besar Revolusi Islam Imam Ali Khamenei juga mengingatkan bahwa isu-isu yang menyimpang justru akan mengaburkan hakikat ‘Mahdawiyah’ dan ‘penantian’ yang sebenarnya. Karenanya, tindakan dan isu-isu bodoh seperti itu harus dihindari.

Beliau menambahkan, pekerjaan yang mendalam dan ilmiah dalam masalah ‘Mahdawiyah’ adalah ruang kerja bagi para pakar yang menguasai ilmu Hadis dan ilmu Rijal serta mengenal berbagai masalah pemikiran dan filsafat secara sempurna.

Poin terakhir yang disinggung Imam Sayyid Ali Khamenei dalam pembicaraannya adalah masalah hubungan dan tawassul dengan Imam Mahdi (aj). Beliau mengatakan, mengenal masalah ‘Mahdawiyah’ dengan benar dan ilmiah akan membantu meningkatkan keakraban dengan Imam Mahdi (as) dan gerakan yang lebih cepat ke arah cita-cita yang mulia.

Rahbar menandaskan, dalam hal berhubungan dengan Imam Mahdi, yang harus dilakukan adalah hal-hal yang benar. Tawassul dengan Imam Mahdi dari jarak jauh pun insya Allah akan diterima oleh beliau. Namun ada sebagian klaim dan pernyataan dangkal yang menyebut hubungan dengan Imam Mahdi mesti dilakukan dengan kehadiran menghadap beliau, dan tentunya pernyataan ini biasanya tak lebih dari kebohongan atau sekedar khayalan. (erfan.ir)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Scroll To Top