Thursday , August 22 2019
Breaking News
Maulid Nabi, Majlis Cinta Untuk Baginda Nabi

Maulid Nabi, Majlis Cinta Untuk Baginda Nabi

Meski banyak upaya pembenci Maulid Nabi untuk meredupkan kecintaan umat kepada sosok sempurna Nabi Muhammad Saw dengan berbagai tuduhan bid’ah dan sesat, semarak peringatan Maulid itu tak pernah surut.

Tak hanya peringatan-peringatan akbar di kota-kota besar, di kampung-kampung kecil di berbagai pelosok Nusantara pun warga Muslim setempat menunjukkan kecintaan dan kerinduannya kepada sosok agung Nabi Muhammad Saw. Tak terkecuali di Cisalak, Depok.

ABI Press_Maulid Nabi di Cisalak Depok 2015Adalah ibu-ibu majlis taklim Nahdliyyin Cisalak, Depok, bersama Muslimin pencinta Ahlulbait bergandeng tangan menggelar peringatan Maulid demi mengungkapkan kecintaan dan kerinduannya kepada Baginda Nabi Muhammad Saw, Minggu (18/1).

Wakil Ketua Forum Komunikasi Majlis Taklim (FKMT) Cisalak, Depok, Ustazah Lismansyur, menyatakan Maulid ini adalah tanda kecintaan mereka kepada Baginda Nabi sebagai umatnya.

“Nabi Muhammad mah sudah dijamin sama Allah, tak usah kita mendoakan beliau. Justru kitanya yang mengharapkan syafaat Nabi di hari Yaumul Qiyamah nanti,”terang Ustazah Lismansyur. “Nah, kita semua gabung di sini dengan Majlis Taklim Sabilulungan, jadi saling mendukung.”

“Supaya kita lebih cinta sama Rasulullah, kita mesti banyak-banyak baca shalawat. Dan mengikuti acara Maulid seperti ini, juga sering-sering baca tawassul kepada Rasulullah supaya dapat syafaat dari Rasulullah,” tambah Ummi Habib Abu Bakar yang juga bersama Ustazah Lismansyur.

Baginda Nabi, Sumber Teladan Sepanjang Masa

 Diawali dengan pembacaan narasi Maulid Simtu Dhuror, tawassul kepada 14 Maksumin dan Qasidah yang ditulis oleh Habib Abdullah bin Alwi al-Haddad Kramat Empang Bogor, acara dilanjutkan dengan ceramah Ustaz Hassan Alaydrus.

 Baginda Nabi Muhammad adalah teladan terbaik sepanjang masa. “Nabi adalah teladan terbaik. Semua keutamaan ada pada diri Nabi, keberaniannya, kedermawanannya, kelembutannya, kesabarannya, semuanya nomor satu,”terang Ustaz Hassan.“Karena itu kita harus terus mengingat dan meneladaninya. Salah satunya dengan perayaan Maulid.”

 Sementara itu Habib Abu Bakar al-Hamid, Pembina Majlis Taklim Sabilulungan saat ABI Press wawancarai menyebutkan, tantangan terbesar pencinta Rasul saat ini adalah bagaimana menjalin ukhuwah.

“Tantangan terbesar kita saat ini adalah persatuan untuk membangun, melindungi negeri ini, menjaga negeri ini dari pengaruh musuh-musuh yang hendak menghancurkan, hendak mengambil kekayaan negeri ini, hendak merusak generasi muda kita,” ujar Abu Bakar.

“Tanpa persatuan pada akhirnya energi kita akan terbuang untuk bermusuhan. Kita tak mungkin berbuat sesuatu sementara energi kita habis untuk bermusuhan,” pungkasnya. (Muhammad/Yudhi)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Scroll To Top