Friday , July 19 2019
Breaking News
Meneladani Gerakan Kebangkitan Tjokroaminoto

Meneladani Gerakan Kebangkitan Tjokroaminoto

Sebagai pendiri Sarekat Islam (SI), Bapak Bangsa, H.O.S Tjokroaminoto telah menginspirasi banyak pergerakan-pergerakan bangsa dalam membangun bumi pertiwi. Hal inilah kiranya yang mendorong Aji Dedi Mulawarman, Ketua Umum DPN Forum Dosen Ekonomi dan Bisnis Islam menulis buku Jang Oetama, Jejak dan Perjuangan H.O.S. Tjokroaminoto.

Dalam peluncuran bukunya ini di hotel Bidakara, Jakarta, Dedi menyebutkan Tjokroaminoto lahir dalam dua kondisi mental masyarakat yang merusak, mental pasrah rakyat dan penjilat kalangan priyayi.

“Karena represi yang tak berkesudahan, rakyat kecil jadi bermental pasrah. Sementara golongan priyayi bermental ambtenaar, bermental Londo Bulak, Boyo Putih. Pejabat negeri dan saudagar yang mempertahankan zona nyaman demi kepentingan pribadi menjilat pada Londo Asli, sekaligus menginjak Wong Cilik,” ujar Dedi.

“Pak Tjokro memilih jalan ketiga, jalan pergerakan berkesadaran. Beliau bukan hanya blusukan mendengar keluh kesah Wong Kromo, bukan pula adaptif atas perilaku keningratannya. Beliau menanggalkan simbol priyayi, pangkat dan zona nyaman. Memilih menjadi bagian Wong Kromo sekaligus melakukan penyadaran Nusantara melalui Zelfbestuur, yaitu pemerintahan yang membawa nasionalisme bertuhankan Allah, bukan ‘benda’,” terang dosen Universitas Brawijaya ini.

Menjaga Keberlanjutan Sejarah

Brigjen Endang Sodik yang mewakili Panglima TNI, Jend. Moeldoko yang berhalangan hadir menyebutkan pemikiran Tjokroaminoto memiliki dua semangat inti; militansi dan nasionalisme.

“Pemikiran Tjokroaminoto memiliki semangat militansi dan nasionalisme yang merupakan elan vital bagi kemajuang negara Indonesia,” ujar Endang.

“Kontinuitas sejarah ini harus dijaga dan disebarluaskan. Tak boleh terjadi diskontinuitas. Pemikiran H.O.S Tjokroaminito harus menjadi jembatan spiritual yang menghubungkan, yang mempertautkan antar lintas generasi bangsa dalam menjaga paradigma nasional, NKRI, Pancasila, UUD 45 dan Bhinneka Tunggal Ika.”

Sementara Aulia Tahkim Tjokroaminoto, keturunan H.O.S Tjokroaminoto yang juga hadir dalam acara tersebut menyebutkan pemikiran-pemikiran Tjokroaminoto layak dipelajari oleh generasi penerus bangsa.

“Generasi muda harus mempelajari pemikiran Tjokroaminoto. Jangan sampai pemikirannya terkooptasi pemikiran-pemikiran Barat,” ujar Tahkim. (Muhammad/Yudhi)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Scroll To Top