Tuesday , November 19 2019
Breaking News
Mengenang Bung Karno dan Pesan Monumental Putra Sang Fajar

Mengenang Bung Karno dan Pesan Monumental Putra Sang Fajar

“Perjuanganku lebih mudah karena mengusir penjajah, tapi perjuanganmu akan lebih sulit karena melawan bangsamu sendiri.” (Ir. Soekarno)

Pesan monumental pendiri bangsa sekaligus presiden pertama Indonesia yang biasa disapa Bung Karno, agaknya masih tetap relevan dengan kondisi saat ini. Korupsi merajalela, kejahatan dan kemiskinan dimana-mana. Itulah musuh di tubuh bangsa sendiri yang lebih sulit dilawan.

Soekarno lahir di Surabaya 6 Juni 1901.  Ia juga dijuluki sebagai Putra Sang Fajar. Sesuai namanya, ia melakoni hidup layaknya fajar yang memberi harapan baru bagi setiap orang pada masanya. Ia juga orator ulung yang mampu menggerakkan semangat rakyat berjuang mengusir penjajah. Teramat banyak pelajaran yang dapat diambil darinya sebagai pijakan, fondasi untuk melangkah ke masa depan.

Sebagaimana Bung Karno berpesan, “Jangan melihat ke masa depan dengan mata buta! Masa yang lampau adalah berguna sekali untuk menjadi kaca benggala daripada masa yang akan datang.”

Jangan sekali-kali melupakan sejarah (JASMERAH) merupakan pesan monumental lainnya. Ia menempatkan sejarah sebagai posisi yang amat sangat penting sebagai pijakan masa depan. Layaknya sebuah fondasi dalam sebuah bangunan. Bangunan yang kehilangan fondasinya akan mudah hancur, begitulah kiranya.

Tanggal 6 Juni 2015 ini, merupakan peringatan kelahiran ke-114 tahun bagi (alm) Bung Karno. Di bulan Juni lahir Pancasila, di bulan Juni Bung Karno tutup usia. Tak heran jika banyak yang menyebut, bulan Juni adalah bulannya Bung Karno.

Yayasan Bung Karno yang diketuai Rachmawati Soekarnoputri selaku putri mendiang pun mengadakan peringatan hari kelahiran ke-114 tahun sang proklamator di Aula Dr. Ir. Soekarno, Universitas Bung Karno (UBK) Jakarta. 

Drs. Soenarto selaku Rektor UBK dalam sambutannya mengatakan, “Kita di sini untuk mensyukuri nikmat-nikmat Allah swt. yang telah melahirkan anak bangsa yang membawa Indonesia merdeka, bahkan mengguncang dunia.”

Sebagaimana kita tahu, nama Bung Karno tak hanya harum di Indonesia saja melainkan hingga mancanegara. Berbagai organisasi internasional ia ikuti. Bahkan ia juga salah satu pelopor gerakan Non-Blok yang menggerakkan belahan dunia Asia dan Afrika menjunjung tinggi martabatnya dan menentang segala bentuk penindasan dan penjajahan oleh negara-negara yang berkuasa. Empati dan jiwa juang yang amat tinggi dalam diri Bung Karno mampu membawa jasadnya berbuat lebih besar dari yang semestinya. Ia berkali-kali dipenjara, dikucilkan, dibuang bahkan rencana pembunuhan terhadapnya sering dilakukan. Tapi apa daya, semakin ia ditekan, semakin pula ia melambung tinggi.

Pesan lain dari Bung Karno yang juga patut kita renungkan adalah, “Apabila di dalam diri seseorang masih ada rasa malu dan takut untuk berbuat suatu kebaikan, maka jaminan bagi orang tersebut adalah tidak akan bertemunya kemajuan selangkah pun.”(Malik/Yudhi)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Scroll To Top