Thursday , October 24 2019
Breaking News
Merancang Piramida Keyakinan: Agama Samawi dan Dasar-dasarnya

Merancang Piramida Keyakinan: Agama Samawi dan Dasar-dasarnya

Para ulama, ahli sejarah agama dan sosiologi berbeda pendapat mengenai kemunculan agama. Adapun sumber-sumber Islam menyatakan bahwa agama tauhid lahir seketika kelahiran manusia pertama. Manusia pertama yang lahir di muka bumi ini adalah Nabi (Adam as) dan penyeru ajaran tauhid (mengesakan Allah). Adapun agama-agama musyrik muncul lantaran penyimpangan, pemaksaan kehendak dan ambisi busuk, yang bersifat individu maupun kelompok.

Agama-agama tauhid adalah agama-agama samawi yang hakiki dengan tiga prinsip universal mereka, yaitu pertama: iman kepada Allah Yang Esa.
Kedua, iman kepada kehidupan abadi setiap manusia di akhirat kelak untuk menerima pembalasan amal yang pernah dia lakukan semasa hidupnya di dunia.

Ketiga, iman kepada para nabi dan rasul yang diutus oleh Allah untuk memberi hidayah dan bimbingan kepada seluruh umat manusia demi mencapai puncak kesempurnaan dan kebahagiaan dunia serta akhirat.

Pada dasarnya, tiga prinsip ini merupakan jawaban yang paling tegas atas persoalan-pcrsoalan fundamental manusia yang berakal. Yaitu, siapakah Pencipta alam semesta ini? Bagaimanakah akhir kehidupan ini? Dan apakah cara untuk mengetahui sistem kehidupan yang terbaik? Sistem kehidupan yang dibangun atas dasar wahyu pada hakikatnya adalah ideologi yang bersumber dari Pandangan Dunia Ilahi.

Prinsip-prinsip akidah itu mempunyai berbagai konsekuensi dan rincian yang semuanya membentuk sebuah sistem akidah agama. Adanya perbedaan di antara berbagai keyakinan merupakan sebab munculnya berbagai agama dan mazhab. Kita perhatikan bagaimana perbedaan tentang status kenabian sebagian nabi-nabi Tuhan dan tentang penentuan kitab yang orisinal dan utuh menjadi sebab utama perselisihan di antara agama Yahudi, Kristen dan Islam. Atau perbedaan-perbedaan lainnya seputar masalah akidah dan ibadah, sehingga sebagian dari agama itu sudah tidak sesuai lagi dengan ajarannya yang murni.

Contohnya, keyakinan orang-orang Kristen terhadap trinitas yang jelas tidak sesuai dengan prinsip tauhid, walaupun mereka telah berusaha untuk menafsirkan dan menakwilnya sebegitu rupa agar dapat diterima. Demikian pula perselisihan mengenai kepemimpinan dan penentuan khalifah setelah wafatnya Rasul saw, apakah penentuan khalifah itu merupakan urusan Allah ataukah urusan manusia? Persoalan ini merupakan sebab utama terjadinya ikhtilaf antara mazhab Ahlusunah dan mazhab Syiah dalam Islam.

Dengan demikian, tauhid, kenabian dan ma’ad (Hari Kebangkitan) adalah prinsip-prinsip akidah pada semua agama samawi. Meski begitu, terdapat keyakinan-keyakinan yang merupakan turunan dari prinsip-prinsip tersebut. Misalnya, keyakinan terhadap keberadaan Allah adalah prinsip pertama, keyakinan terhadap keesaan-Nya adalah prinsip kedua. Atau, keyakinan terhadap kenabian merupakan sebuah prinsip semua agama samawi, sedangkan keyakinan terhadap kenabian Nabi Muhammad saw adalah prinsip yang khas pada Islam.

Sebagian ulama Syi’ah mcnjadikan keadilan Tuhan yang merupakan turunan dari prinsip tauhid sebagai prinsip akidah khas Syiah, juga imamah sebagai perpanjangan dari kenabian adalah prinsip akidah khas Syiah lainnya. Sebenarnya, penggunaan kata prinsip (al-ashl) pada ajaran-ajaran akidah seperti ini mengikuti konvensi dan tidak perlu lagi diperdebatkan.
Oleh karena itu, kata ushuluddin dapat digunakan dalam dua istilah: umum dan khusus. Istilah umum ushuluddin mencakup akidah-akidah yang sahih sebagai lawan dari furuuddin. Sedang istilah khusus ushuluddin berlaku hanya pada keyakinan-keyakinan yang paling prinsipal. Istilah ushuluddin juga dapat digunakan secara mutlak (tidak hanya khusus bagi sebuah agama) pada sejumlah kesamaan prinsip akidah di antara agama-agama samawi seperti tiga prinsip di atas tadi, yaitu tauhid, kenabian dan kebangkitan. Adapun jika ditambahkan prinsip-prinsip lainnya, istilah yang biasa digunakan adalah ushuluddin khusus. Demikian pula, jika ditambahkan akidah dan keyakinan yang khas pada mazhab tertentu, istilah yang digunakan adalah ushul al-madzhab..
Ayatullah Taqi Misbah Yazdi. Iman Semesta, Merancang Piramida Keyakinan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Scroll To Top