Tuesday , June 2 2020
Breaking News
Merdeka Bukan Untuk Korupsi

Merdeka Bukan Untuk Korupsi

Seluruh penjuru Tanah Air bersuka-cita merayakan peringatan hari ulang tahun kemerdekaan Republik Indonesia ke-70, Senin (17/8). Di kota, di kantor-kantor, juga di kampung-kampung warga melaksanakan upacara bendera.

Di Gedung Joang 45, Jakarta, dihadiri siswa sekolah, warga, dan veteran pejuang juga diadakan upacara bendera dengan khidmat.

H.M. Amir Matata, salah seorang eksponen 45 yang menjabat sebagai Ketua Dewan Harian Daerah Badan Penerus Pembudayaan Kejuangan 45 (DHD 45) hadir menjadi pembina upacara pagi itu.

Saat ABI Press wawancarai, Amir menyatakan bahwa Indonesia sudah merdeka, tapi masih banyak kekurangan yang harus diperbaiki. Terutama mengenai wabah korupsi yang menjangkiti bangsa ini.

“Ya merdeka sih sudah, tapi masih banyak kekurangan dalam melaksanakan tugas di internal pemerintah,” ujar Amir.

“Kita melihat ada korupsi, itu perlu dicegah. Itu yang perlu. Tujuan kita merdeka bukan itu. Tujuan kita adalah menyejahterakan masyarakat. Adil makmur, berdasarkan Pancasilan dan UUD 45. Itu tujuan utama,” terang Amir.

Masa Depan Di Tangan Generasi Muda

Masa Depan di Tangan PemudaPara sesepuh kita sudah berjuang memerdekakan bangsa, kini tinggal generasi muda yang harus meneruskannya. Hal ini dipahami oleh Auzi Fahria, mahasiswa Uhamka semester 7, yang ikut mendampingi kakeknya, Saleh Siun, yang dulu ikut dalam divisi Siliwangi memperjuangkan kemerdekaan. Dia merasa bersyukur memiliki kakek yang seorang pejuang.

“Saya sangat bersyukur memiliki seorang kakek yang berjuang. Dari beliau saya mendapatkan banyak pengalaman tentang kemerdekaan dan tentang semangat kemerdekaan juga,” ujar Auzi.

“Di situ saya belajar untuk selalu semangat pantang menyerah jika ingin melakukan sesuatu,”tambahnya.

Sementara Rahmat Saifudin, siswa kelas 9 SMP Bahagia Rawamangun yang juga menghadiri upacara bendera ini, mengaku senang bisa bertemu para pejuang kemerdekaan yang kini masih hidup.

“Seneng banget bisa ketemu mereka. Karena pahlawan-pahlawan itu pantang menyerah, rela berkorban sampai titik darah penghabisan untuk Indonesia merdeka,”ujar Rahmat.

“Kalau tanpa mereka kita tidak merdeka. Makanya kita harus menjaga dan meneruskan kemerdekaan ini,” lanjut Rahmat.

Di pundak generasi muda inilah, harapan dari para pejuang kemerdekaan disandarakan, untuk terus menjaga dan meneruskan perjuangan mereka.

“Saya sendiri pribadi sebagai pelaku sejarah sangat berharap banyak kepada generasi yang sekarang ini. Mereka itulah yang kita harapkan mampu membuat Indonesia maju. Negara ini mau dikemanain? Itu yang penting. Jangan ada penyimpangan. Karena kita ini berjuang untuk merdeka, untuk menyejahterakan masyarakt agar makmur. Melestarikan nilai-nilai Pancasila dan UUD itu tujuan utama,” pesan Amir. (Muhammad/Yudhi)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Scroll To Top