Thursday , July 9 2020
Breaking News
Murthada Muthahari: Jaya dan Jatuhnya Suatu Masyarakat

Murthada Muthahari: Jaya dan Jatuhnya Suatu Masyarakat

Biasanya setiap mazhab mengemukakan pandangannya mengenai maju dan mundurnya masyarakat. Sebab-sebab yang oleh suatu mazhab dianggap sebagai faktor-faktor pokok maju dan mundurnya masyarakat, mempelihatkan sudut pandangan mazhab itu mengenai masyarakat, dan mengenai gerakan evolusi sejarah dan kehancurannya. Al-Qur’an, khususnya berkenaan dengan kisah dan anekdot yang berkaitan dengan masalah-masalah ini, menjelaskan pandangannya. Mari kita lihat apa saja yang dianggap oleh Al-Qur’an sebagai hal yang pokok dan infrastruktural dan apa saja yang dianggap suprastruktural.

Apakah menurut Al-Qur’an masalah ekonomi dan materi merupakan masalah pokok, atau yang menjadi masalah pokoknya adalah masalah doktrin dan moral, ataukah Al-Qur’an tidak membedakan dua jenis masalah ini? Dalam Al-Qur’an pada umumnya, dijumpai empat faktor yang menyebabkan jaya dan jatuhnya suatu masyarakat. Kami sebutkan empat faktor itu secara ringkas:

Keadilan dan Kezaliman

Hal ini sudah disebutkan secara tidak langsung oleh Al-Qur’an dalam banyak ayatnya, antara lain ayat kedua dari Surah al-Qashash yang sudah kami kutipkan sebelumnya. Ayat tersebut berbunyi, “Sesungguhnya Fir’aun mengagungkan dirinya di muka bumi, dan memecah belah kaumnya menjadi kasta-kasta. Sebagiannya dia tindas, dia bunuh anak laki-laki mereka dan biarkan hidup perempuan-perempuan mereka. Sesungguhnya dia termasuk orang yang berbuat kerusakan. ”

ayat ini mula-mula disebutkan bahwa Fir’aun mengagungkan dirinya. Dia mengklaim sebagai super dewa dan menganggap yang lain sebagai sahayanya. Dengan cara yang lain dia membeda-bedakan rakyatnya dan memecah belah mereka. Al-Qur’an mengatakan bahwa Fir’aun menindas sebagian kaumnya, membunuh anak laki-laki mereka, dan membiarkan hidup perempuan-perempuan mereka (dengan tujuan menjadikan mereka abdi Fir’aun dan sukunya).

Al-Qur’an menggambarkan Fir’aun sebagai salah sam orang yang berbuat kerusakan. Gambaran ini menunjukkan bahwa tirani sosial seperti yang dilakukan Fir’aun, dapat menghancurkan fondasi masyarakat.

Persatuan dan Perpecahan

Ayat 103 dari Surah Âli ‘Imrân mendesak agar bersatu atas dasar iman dan berpegang kuat pada tali Allah SWT.

Ayat 105 dari Surah yang sama mengatakan, “Dan janganlah kamu menyerupai orang-orang yang bercerai-berai dan berselisih.”

Ayat 153 dari Surah al-An’âm juga berkata hampir sama.

Al-Qur’an mengatakan sebagai berikut:

Katakanlah: “Dialah yang berkuasa untuk mengirimkan azab kepadamu, dari atas kamu atau dari bawah kakimu atau Dia mencampurkan kamu dalam golongan-golongan (yang saling bertentangan) dan merasakan kepada sebagian kamu keganasan sebagian yang lain. (QS. al-An’âm: 65)

Janganlah kamu berbantah-bantahan, yang menyebabkan kamu menjadi gentar dan hilang kekuatanmu. (QS. al-Anfâl: 46)

Menaati atau Mengabaikan Perintah Allah tentang Amar Makruf Nahi Munkar

Di banyak tempat, Al-Qur’an menekankan perlunya menaati perintah Allah ini. Ayat berikut ini menunjukkan bahwa orang yang mengabaikan kewajiban penting ini akan hancur dan dilupakan. Satu alasan kenapa Bani Isra’il kehilangan rahmat Allah adalah: Mereka satu sama lain selalu tidak melarang tindakan munkar yang mereka perbuat. Sesungguhnya amat buruklah apa yang selalu mereka perbuat itu. (QS. al-Mâ`idah: 79)

Kerusakan Moral dan Tak Peduli Hukum

Ada beragam ayat Al-Qur’an mengenai hal ini. Sebagiannya menggambarkan hidup mewah sebagai penyebab kehancuran. Dalam banyak ayat lainnya, disebut-sebut kata zhulm (kezaliman, kekejaman, penindasan, tirani, pelanggaran). Dalam istilah Al-Qur’an, kezaliman tidak saja berarti pelanggaran hak individu atau kelompok. Juga berarti kezaliman yang dilakukan seseorang kepada dirinya sendiri atau oleh kaum kepada diri mereka sendiri. Setiap jenis kerusakan moral dan penyimpangan dari jalan benar manusia adalah kezaliman.

Konsepsi kezaliman dalam Al-Qur’an cukup luas sehingga mencakup kezaliman yang dilakukan terhadap pihak lain dan pemuasan perbuatan tak bermoral. Terutama kata ini digunakan dalam Al-Qur’an dalam artinya yang kedua. Jumlah ayat Al-Qur’an—yang di dalamnya kezaliman dalam artinya yang lebih luas digambarkan sebagai penyebab kehancuran kaum—terlalu banyak untuk dikutip di sini. Dari seluruh kriteria ini dapat kita pahami pandangan Al-Qur’an mengenai basis masyarakat dan sejarah. Al-Qur’an mempercayai peran penting banyak hal yang dapat disebut supra-struktur.

Dikutip dari buku Manusia dan Alam Semesta

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Scroll To Top