Thursday , July 9 2020
Breaking News
Musibah dalam Al-Quran

Musibah dalam Al-Quran

Salah satu sunnatullah dalam kehidupan di dunia ini adalah bala’ atau cobaan. Tak seorang pun yang bisa lolos darinya. Orang yang berangan-angan ingin hidupnya selalu mulus tanpa rintangan, laksana orang yang melahap cabai sambil berharap rasanya manis. Mustahil bukan?

Banyak orang yang enggan membahas masalah cobaan dan musibah. Seperti halnya kematian, musibah bagaikan momok yang menghantui pikiran manusia. Padahal, perkara yang niscaya akan kita temui seyogianya dikenali terlebih dahulu agar lebih mudah dan lebih siap untuk dihadapi.

Sebelum lebih jauh, kita harus mengetahui lebih dulu, apa saja cobaan dan ujian itu. Jangan-jangan kita selama ini menganggap ini dan itu sebagai cobaan, padahal bukan. Atau sebaliknya, kita menganggap sesuatu sebagai nikmat, padahal itu merupakan ujian dari Allah Swt. Mari kita bertanya kepada al-Quran.

Apa saja ujian itu?

Ujian atau cobaan tidak harus identik dengan kesulitan. Selama ini, banyak orang mengeluh telah diuji oleh Allah Swt hanya saat tertimpa musibah dan kesulitan hidup. Padahal, ujian tersebut tidak selamanya berupa sesuatu yang buruk. Allah Swt berfirman:

Kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan. (QS. al-Anbiya: 35)

Ada yang diuji dengan penyakit, ada pula yang diuji dengan kesehatan. Ada yang diuji dengan kemiskinan, ada pula yang diuji dengan kekayaan. Ada yang diuji dengan ketampanan wajah, jabatan, bahkan keluarga. Seluruh kesulitan dan kemudahan hidup sebenarnya merupakan ujian dari Allah Swt.

Dan Kami uji mereka dengan (nikmat) yang baik-baik dan (bencana) yang buruk-buruk. (QS. al-A’raf: 168)

Seluruh sisi kehidupan adalah ujian. Allah Swt menciptakan kehidupan ini untuk menguji manusia. Lantas, masih adakah orang yang ingin menapaki jalan hidup tanpa hambatan?

Yang Menciptakan mati dan hidup, untuk Menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya.” (QS. al-Mulk: 2)

Suatu hari, Imam Ali bin Abi Thalib as mendengar seseorang mendoakan temannya dengan berkata, “Semoga Allah Swt tidak pernah membuatmu melihat keburukan.”

Mendengar itu, Imam Ali as menegurnya dengan mengatakan bahwa ia telah mendoakan temannya untuk mati. Bagaimana seseorang akan hidup tanpa melihat keburukan dan perkara yang tak disukai. Hanya kematianlah yang dapat mewujudkannya.

Nikmat dan cobaan adalah ujian dari Allah Swt. Melewati keduanya sama-sama sulit. Bahkan lebih sulit melewati ujian berupa nikmat, karena kita acapkali lalai bahwa kenikmatan itu juga merupakan ujian.

 Ustadz Muhammad bin Alwi BSA, “25 Hidangan dari al-Quran”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Scroll To Top