Friday , November 16 2018
Breaking News
Musibah dalam Al-Qur’an

Musibah dalam Al-Qur’an

Salah satu Sunnatullalh yang ada di dunia ini adalah Bala’ atau cobaan, Tidak ada seorang pun yang bisa lolos darinya. Mereka yang berangan-angan ingin hidup selalu mulus tanpa rintangan seperti seorang yang memakan cabe tapi berharap rasanya manis. Mustahil bukan?

Banyak orang yang enggan membahas masalah cobaan dan musibah. Seperti halnya kematian, musibah bagaikan momok yang menghantui pikiran manusia. Padahal, sesuatu yang pasti akan kita temui harusnya dikenali dulu agar lebih mudah dan siap ketika menghadapinya.

Sebelum lebih jauh, kita harus tau lebih dulu apa saja cobaan dan ujian itu? Jangan-jangan kita selama ini menganggap itu cobaan padahal bukan, atau sebaliknya, kita menganggap sesuatu adalah nikmat padahal itu ujian dari Allah. Mari kita bertanya pada al-Qur’an.

Apa saja ujian itu?

Ujian atau cobaan tidak harus identik dengan kesulitan. Selama ini banyak orang mengeluh telah diuji oleh Allah hanya saat tertimpa musibah dan kesulitan hidup. Padahal tidak selalu ujian itu berupa hal yang buruk. Allah berfirman:

“Kami akan Menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan.” (QS.al-Anbiya’:35)

Ada seorang yang diuji dengan penyakit, ada pula yang diuji dengan kesehatan. Ada yang diuji dengan kemiskinan, ada pula yang diuji dengan kekayaan. Disana ada yang diuji dengan ketampanan wajah, jabatan bahkan keluarga. Seluruh yang kesulitan dan kemudahan hidup sebenarnya adalah ujian dari Allah.

”Dan Kami Uji mereka dengan (nikmat) yang baik-baik dan ( bencana) yang buruk-buruk” (QS.al-A’raf:168)

Seluruh sisi kehidupan adalah ujian. Allah ciptakan kehidupan ini untuk menguji manusia. Lantas, masih adakah yang ingin menapaki jalan hidup tanpa hambatan?

”Yang Menciptakan mati dan hidup, untuk Menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya.” (QS.al-Mulk:2)

Suatu hari, Imam Ali bin Abi Thalib mendengar ada seorang yang mendoakan temannya“ dengan berkata “Semoga Allah tidak pernah membuatmu melihat keburukan”.

Mendengar itu, Imam menegurnya dengan mengatakan bahwa dia telah mendoakan temannya untuk mati. Bagaimana seseorang akan hidup tanpa melihat keburukan dan hal yang tidak dia sukai. Hanya kematian lah yang bisa mewujudkannya.

Nikmat dan cobaan adalah ujian dari Allah swt. Melewati keduanya sama-sama sulit. Bahkan lebih sulit melewati ujian yang berupa nikmat, karena kita sering lalai bahwa kenikmatan itu adalah ujian juga.

Sumber: Buku “25 Hidangan dari Al-Quran”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Scroll To Top