Friday , December 6 2019
Breaking News
Musuh Islam Tidak Senang Dengan Persatuan Sunni dan Syiah

Musuh Islam Tidak Senang Dengan Persatuan Sunni dan Syiah

Yang hadir dalam acara maulid terdiri dari beragam pemikiran, partai dan golongan. Namun satu yang mereka pandang adalah Rasulullah Muhammad Saw, demikian Ceramah Ustad Miqdad Turkan dalam acara peringatan Maulid Nabi Saw di Candi Banjaran Bangsri, Sabtu malam (9/12).

“Meskipun dalam peringatan itu mereka melakukan aktifitas yang berbeda-beda dalam menunjukan rasa cintanya. Ada yang melakukan pengajian, ada seminar, ada terbangan dan sholawatan,” katanya di hadapan ratusan hadirin.

Malam ini, kita melihat keindahan luar biasa. Dengan mengingat nabi Muhammad kita bisa duduk bersama. Meski mazhab kita berbeda, meski pilihan politik kita berbeda.”Tidak ada alasan kita tidak bersatu padu,” lanjutnya.

Ulama asal Jepara itu mencontohkan apa yang dilakukan Iran saat melakukan pekan persatuan Sunnah dan Syiah yang sudah dilakukan selama 38 tahun.

“Jika saja dua agama yang berbeda antara Islam dan Kristen, nabi Muhammad dan Isa as, ada persamaan dan perbedaan namun bisa duduk bersama. Tentunya jika sama-sama muslim meski mazhab berbeda maka kesempatan untuk bersatunya lebih besar dan lebih layak.” tambahnya.

Ustad Miqdad mengingatkan, bahwa kaum Muslimin dengan Quran yang sama, dengan Kabah yang sama, dengan Tuhan yang sama, dengan Nabi yang sama namun atas nama Tuhan dengan teriak takbir justru terjadi saling serang dan perang pun terjadi.

“Sesama Muslim justru terjadi Perang. Itu terjadi di Yaman, Afganistan, suriah, irak dan Libya,” Tuturnya.

Kemarin di Afganistan ketika sedang memperingati maulid kelahiran Nabi, terjadi ledakan yang dilakukan oleh mereka yang mengucap takbir kepada mereka yang sedang menunjukan cintanya kepada Nabi Muhammad.

“Prinsif ajaran Rasulullah adalah persatuan. Maka pertentangan yang ada pasti karena adanya musuh Islam yang berusaha memecah belah. Musuh tidak senang dengan persatuan Islam, antara Suni dan Syiah,” lanjutnya.

“Jika pun ada perbedaan hanya dari sisi tafsir bukan kandungan ayat al-Quran itu sendiri. Tidak ada keraguan dengan al Quran. Hanya dengan persatuan Islam bisa jaya.” Pungkasnya. (Muh)

Baca juga: Peringatan Maulid Nabi Bersama Korban Gempa Dan Tsunami Palu

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Scroll To Top