Saturday , November 16 2019
Breaking News
OBITUARI – Selamat Jalan Kembang Ahlulbait Indonesia

OBITUARI – Selamat Jalan Kembang Ahlulbait Indonesia

Almarhum Sayyid Lukman BilfaqihDia yang tak pernah luput membagi cerita kesuksesan demi kesuksesan, memberikan pelayanan setulus hati.Hari-hari ini orang-orang Syiah di Kalimantan Timur berkabung. Panutan, guru sekaligus ‘ayah’ mereka sendiri, Sayyid Lukman Bilfaqih, meninggal pada Minggu malam di sebuah rumah sakit di Balikpapan. Almarhum, yang merupakan Ketua DPW Ahlulbait Indonesia Kalimantan Timur, sempat dirawat beberapa hari karena serangan jantung.Nama Sayyid Lukman mungkin tak menghidupkan alarm perhatian banyak orang. Tapi bagi aktivis Islam, khususnya kalangan Syiah, beliau adalah pilar dan motor untuk banyak kebaikan yang terbangun dan bertahan hingga detik ini di Bumi Borneo.Sejarah dan waktu kelak bakal merincinya.

Semasa hidupnya, almarhum dikenal sebagai pribadi yang hangat dan bersahaja. Sahabat, rekan dan handai taulan bilang sangat sukar mencari orang yang bisa marah di hadapan Pak Lukman — begitu Sang Sayyid kerap disebut. Orangnya supel. Tuturnya halus. Auranya menenangkan.

Sembarang orang bisa segera jatuh cinta pada semangatnya untuk menebar kebaikan; pada tawa dan candanya yang menginspirasi; juga pada penghormatannya terhadap siapapun yang menjadi tamunya. Di Balikpapan, begitu kata para sahabatnya, Pak Lukman selalu bisa mengambil titik kesamaan dengan siapa pun dia berhadapan. Entah itu pejabat maupun buruh panggul pelabuhan.

Almarhum juga mungkin satu dari sedikit aktivis Islam senior yang seperti tak pernah mengeluh. Masalah seperti sudah bertekuk lutut di hadapannya. Saat banyak aktivis Syiah mengeluhkan urusan ini dan itu, kendala a, b, c dan seterusnya …dari Pak Lukman orang hanya mendengar cerita keberhasilan tiada henti.

Hari ini dia bercerita tentang keberhasilannya menebar kebaikan di Balikpapan. Setahun kemudian, cerita keberhasilan lain yang bakal dia perdengarkan.

Tak ada kesan jumawa. Tak ada keinginan pamer. Dia sekadar menunjukkan betapa kerja keras dan keyakinan pada pertolongan Imam Mahdi –semoga Allah SWT mempercepat kehadirannya– bisa mengatasi segalanya.

Selamat jalan Pak Sayyid Lukman Bilfaqih. Kami yang menjadi yatim sepeninggalmu bersaksi bahwa engkau, hingga akhir hayatmu, adalah pejuang di jalan Allah, Nabi dan Ahlulbaitnya.

One comment

  1. nur ihsan (jacko)

    Inna lillahi wa inna ilayhi Rojiuun… tidak ada yang abadi kecuali wajah ALLAH Azza wajalla… kami turut berbela sungkawa atas wafatnya Sayyid Luqman Bilfaqih… Beliau adalah guru, orang tua dan abang bagi kami baik secara pribadi maupun dalam kelembagaan.. kesedihan hati yang tak terperi dengan kepergian orang yang dekat dihati.. hanya ratap tangis dari kejauhan dalam suara sayup merambat ruang yang membentang. langkah kakipun terhenti tak kuasa melawan keterbatasan.. jasadmu tak dapat kudekati… pusaramu tak bisa kuhampiri… rangkaian doa tercurah dalam bait-bait yang terukir namamu.. guruku, orang tuaku, saudaraku…
    Kini engkau telah terlepas dari peliknya dunia…
    Kini sangkar itu tak lagi mampu menahanmu…
    Kini dunia tak lagi bisa memenjarakanmu…
    kini dunia menangis karena kepergianmu…
    dan kisah perjuangamu akan senantiasa didengar…
    …ini adalah kehendak Tuhanmu yang memanggilmu kembali kepada-Nya.. padahal kami ingin menahanmu lebih lama untuk selalu berada disisi kami…
    Selamat jalan yaa Habibi… Rahmat Allah SWT dan Syafaat Rasulullah SAAW dan Aimmah AS menjadi penghibur dalam perjalananmu
    = dari kami yang hanya dapat bercerita tentangmu =
    Terakhir saya bertemu dengan Sayyid Luqman Bilfaqih, pada saat beliau pulang dari ziarah di Irak dan membawakan saya oleh-oleh dari perjalanan ziarahnya…
    Sebelum Beliau berangkat ziarah, kami berdua bercerita berbagai persoalan kelembagaan, disela-sela cerita tersebut.. Beliau mengatakan kepada saya, tentang keinginannya bisa wafat dalam perjalanan ziarah tersebut, namun saya mengatakan.. Yaa Habibi.. jalan perjuangan masih panjang, kita sedang diperhadapkan dengan persoalan baru yang mesti diselesaikan (waktu itu komunitas ahli bayt di Indonesia mendapat berbagai tekanan mulai dari kasus sampang, persoalan yang melanda yayasan Rausyan Fikr Jogja, dan juga tekanan yang bakal dihadapi oleh yayasan Azzahra Balikpapan, akibat atau dampak dari berbagai kasus ditanah air)… sehingga kehadiran beliau masih sangat diperlukan…
    pada waktu beliau masuk rumah sakit, beliau sempat mengabari via sms tentang keadaanya tersebut… saya mencoba memastikan kepada Ketua Yayasan Az-Zahra Balikpapan, kalau sakitnya beliau tidak terlalu mengkhawatirkan dan kamipun sempat saling bercanda via sms… namun ternyata 5 (lima) hari sejak sms terakhir tersebut… kabar duka menghampiri ruang pesan saya… ternyata Allah SWT berkehendak lain dari apa yang kami kehendaki dan kami mustahil melawan kehendak Allah SWT… Kami mencintai dan menginginkan Sayyid Luqman Bilfaqih tetap bersama kami, namun Allah SWT lebih mencintai dan menghendaki Beliau kembali kesisi-Nya…
    selamat jalan Guruku…
    selamat jalan Orang tuaku…
    selamat jalan Abangku…
    titip salam kami kepada Datukmu Rasulullah SAAW dan A’immah as, serta Sayyidah Zahra as
    sampaikan salam kami kepada saudaraku Burhan dan Ali Ar. Bajuber…
    dari murid, anak dan adikmu…. (ihsan jacko.. pengurus yayasan Azzahra Balikpapan periode 2001-2008.. pegurus DPW ABI Kaltim bidang Hukum)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Scroll To Top