Wednesday , December 19 2018
Breaking News
Opini-Seni Mengajar

Opini-Seni Mengajar

Oleh Abu Mufadhdhal

Guru yang kehilangan seni mengajar akan lupa kepada prinsip pembelajaran inspiratif. Kebesaran seorang guru terlihat pada kemampuannya meningkatkan pengetahuan, mengembangkan sikap mulia, dan menambah keterampilan peserta didiknya. Semua itu hanya dapat terjadi jika seorang guru tampil memberi inspirasi.

Seorang guru yang membangun suasana belajar terlebih dahulu akan lebih mudah memanen kekuatan kelas. Kelas yang kuat dapat menghasilkan prestasi.

Kadang guru harus ditantang kesabarannya dalam sebuah kelas. Aneka ragam perilaku peserta didik siap menghadang. Guru yang menghadapi kelas harus menyiapkan jumlah jurus sebanyak jumlah peserta didiknya. Itu karena karakter peserta didik dalam sebuah kelas adalah sebanyak jumlah siswa.

Tidak ada guru yang terburu-buru melakukan perubahan pada peserta didik kecuali akan gagap ke pintu kekerasan fisik. Desakan untuk mengajak peserta didik memahami materi pelajaran biasanya memancing seorang guru untuk mengeluarkan bentakan.

Tak kurang menantangnya agenda perubahan sikap peserta didik. Peserta didik yang telanjur dicap nakal akan mengacak-acak perasaan seorang guru. Inilah yang dapat memancing guru melakukan kekerasan. Guru bisanya akan memilih hukuman fisik untuk menghentikan kelakuan buruk peserta didik.

Saat itulah guru akan menghadapi perkara besar. Kekerasan berbalut cinta terhadap peserta didik akan menjadi kenyataan di ruang-ruang kelas.

Hanya guru yang masuk ke dalam relung jiwa peserta didiklah yang mampu menggali seni pembelajaran. Kesabaran tingkat tinggi harus hadir dan inilah seni. Melampaui segala pilihan jalan pintas untuk segera melihat hasil dalam waktu cepat.

Seni mengajar memang harus menggabungkan tekad yang kuat dengan kesabaran dan segala taktik untuk menaklukkan diri terlebih dahulu. Lalu dengan modal itulah proses pembelajaran yang indah akan diperoleh. Peserta didik akan menjumpai kelasnya sebagai taman bunga yang terlalu indah untuk segera ditinggalkan seusai bel siang berbunyi dan terlalu sayang untuk lambat dimasuki di pagi hari.

Belum lagi, jika seni mengajar sudah dapat mengembangkan kelas ke alam terbuka. Kelas akan menjadi kekuatan besar untuk membaca pengetahuan di setiap sudut semesta.

Baca juga: Formula Guru Atasi Bullying Di Sekolah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Scroll To Top