Sunday , September 23 2018
Breaking News
Pancasila adalah Rumah Kita

Pancasila adalah Rumah Kita

Pancasila sebagai ideologi bangsa merupakan rumah bagi semua masyarakat Indonesia tanpa membedakan Suku, Ras, Agama dan Antargolongan. Demi mewujudkan cita-cita bernegara Pancasila harus tetap menjadi pedoman hidup berbangsa dan bernegara.

Pontianak – Berangkat dari nawacita tersebut, sekumpulan pemuda, dari HMI, Fausan, PMKRI, PGKK, tokoh budaya dan tokoh agama yang tergabung dalam BSLA (Bakti Sosial Lintas Agama) Kabupaten Ketapang menyelenggarakan seminar memperkuat ideologi Pancasila yang bertemakan “Pancasila Rumah Kita” Selasa 14 Agustus 2018 di Gedung Pancasila Kabupaten Ketapang.

Mohrizal Hanafi sebagai ketua Bakti Sosial Lintas Agama menyampaikan dalam sambutannya mengatakan “saya mengajak kepada seluruh masyarakat Ketapang agar bisa memahami dan memaknai ideologi Pancasila sebagai Rumah Kita semua, seminar ini bisa dijadikan sebagai momentum untuk mempererat tali silaturahmi dan tali persaudaraan kita antar masyarakat dalam mewujudkan persatuan dan kesatuan bangsa.”

Sebagai keynote speaker dalam seminar tersebut Bupati Ketapang Martin Rantan SH menggaris bawahi bahwa nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila merupakan nilai-nilai luhur yang bersumber dari budaya dan bangsa yang beradab. “poin-poin yang terkandung dalam Pancasila merupakan nilai-nilai luhur yang bersumber dari budaya dan bangsa yang beradab, ini yang saya kira perlu saya garis bawahi” tegas Martin.

“Selanjutnya karena nilai-nilai tersebut bersumber dari bangsa dan budaya yang luhur dan beradab, mustahil kemudian apabila sebuah bangsa yang mEnjadikan Pancasila sebagai pedoman hidup mencederai hak-hak masyarakat lain” lanjut Martin.

WhatsApp Image 2018-08-15 at 11.08.27 AM (1)

Acara ini juga didukung oleh Kapolresta Ketapang, Dandim 1203 Ketapang dan Kesbangpol Ketapang. AKBP Yuri Nurhidayat, Kapolresta Ketapang yang juga menjadi narasumber dalam seminar tersebut menghimbau kepada hadirin, ideologi Pancasila sudah final dan tidak bisa digantikan oleh ideologi mana pun.

Yuri Nurhidayat menjelaskan “Indonesia yang dibangun dengan niat dan itikad baik pendiri bangsa kita yang mengedepankan sifat saling berbagi dan menciptakan identitas bersama jangan sampai dicemari dengan mengedepankan perbedaan.”

Selain Pemkab Ketapang, acara tersebut juga mendapat dukungan oleh BPIP (Badan Pembinaan Ideologi Pancasila), Nia Sjafirudin sebagai wakil BPIP turut hadir menjadi narasumber dalam seminar Pancasila Rumah Kita. Nia menjelaskan, “Pancasila sebagai rumah merupakan tempat berlindung dari segala macam gangguan dan ancaman. Ibarat rumah, Pancasila merupakan tempat kita berlindung, hidup bersama dan berkeluarga”.

Nia menambahkan, sejarah Indonesia didirikan dengan semangat persatuan, dari bangsa, suku, ras berbeda bersatu bersama menjadi Bangsa Indonesia.
“Untuk itu, ideologi harus selalu diperkuat terutama di kalangan guru, pelajar dan anak-anak muda, agar kita tidak mudah dikotak-kotakkan oleh perbedaan yang nyata sehingga dapat merusak persatuan kesatuan dalam hidup berbangsa dan bernegara.”

Nia juga mengingatkan sejak tahun 2017 sejak 1 Juni merupakan hari lahir Pancasila dan telah ditetapkan sebagai hari libur Nasional, “ini merupakan bentuk penghargaan negara terhadap ideologi Pancasila, sekaligus sebagai bentuk kewajiban bagi segenap anak bangsa untuk berkomitmen menjaga Pancasila” katanya.

Seminar Pancasila Rumah Kita dihadiri sejumlah sekolah dari tingkat SMP/MTS sampai SMA/SMK/MA baik negeri maupun swasta Kabupaten Ketapang, masing-masing sekolah mengutus lima siswa, juga dihadiri komunitas Pemuda Dayak dan Komunitas pemuda lainnya. (hakim/az/abi)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Scroll To Top