Monday , July 13 2020
Breaking News
Peduli Masyarakat, Pengungsi Muslim Syiah Sampang Lakukan Aksi Donor Darah

Peduli Masyarakat, Pengungsi Muslim Syiah Sampang Lakukan Aksi Donor Darah

Donor-Darah-Pengungsi-Syiah-2Hampir lima tahun sudah, Muslim Syiah Sampang, Madura, terusir dari kampung halamannya. Tanpa ada kejelasan hingga kini, kapan pemerintah akan memulangkan mereka. 

Namun dalam kondisi penuh ketidakpastian di Rusun Puspo Agro, Jemundo, Sidoarjo, mereka tetap menunjukkan baktinya kepada masyarakat. Terbukti, Sabtu (13/2) mereka turut mendonorkan darahnya dengan difasilitasi Relawan Kemanusiaan Akar Teki.

Kusuma, Koordinator Relawan Kemanusiaan Akar Teki mengatakan bahwa kegiatan donor darah ini selain bertujuan memfasilitasi pengungsi yang ingin berdonor, sekaligus untuk pemeriksaan kesehatan mereka sendiri. 

Kusuma juga berjanji untuk selanjutnya akan secara rutin melakukan kegiatan serupa tiap tiga bulan sekali.

“Karena saya dengar sudah lama tidak ada pelayanan kesehatan di pengungsian, dan insya Allah kegiatan ini akan berlanjut secara rutin sekali dalam tiga bulan,” tegas Kusuma.

Donor-Darah-Pengungsi-Syiah-1Koordinator pengungsi Muslim Syiah Sampang, Iklil Almilal menyampaikan terima kasih dan apresiasinya atas apa yang dilakukan oleh Relawan Kemanusiaan Akar Teki, sebab donor darah yang dilakukan selain bermanfaat bagi kesehatan pengungsi, juga merupakan bentuk kepedulian pengungsi Muslim Syiah Sampang kepada masyarakat, terutama bagi mereka yang membutuhkan darah, meskipun kondisi pengungsi sendiri saat ini dalam keadaan sulit.

“Kita ingin membantu masyarakat yang membutuhkan darah meskipun kita dalam keadaan sulit. Setidaknya kita bisa membantu dan bermanfaat buat orang lain,” ujar Iklil.

Donor darah yang dilakukan pengungsi Muslim Syiah Sampang di tengah merebaknya wabah demam berdarah tentu saja sangat membantu bagi masyarakat yang terkena dampaknya, sekaligus membuktikan bahwa pengungsi Muslim Syiah Sampang masih tetap bersemangat untuk membantu masyarakat lain, meski kondisi mereka sendiri dalam kesulitan dan butuh bantuan pemerintah serta peran masyarakat untuk dapat kembali pulang ke kampung halamannya.(Nur Kholis/Yudhi) 
 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Scroll To Top