Saturday , March 23 2019
Breaking News
Penduduk Irak Berlomba Menjamu Jutaan Peziarah Arba’in

Penduduk Irak Berlomba Menjamu Jutaan Peziarah Arba’in

Menyambut peringatan Arba’in, yaitu 40 hari kesyahidan Imam Husain, cucunda Nabi Muhammad SAW, penduduk Irak bagian tengah dan selatan menampilkan fenomena yang bisa jadi tak ada bandingannya di dunia.

Anak-anak dan warga Irak berlomba-lomba menawarkan buah dan makanan gratis kepada para peziarah Arbain yang datang dari berbagai daerah Irak dan negara-negara Muslim lainnya menuju ke Karbala.

Setiap tahun, jutaan peziarah Arbain dari berbagai wilayah Irak dan negara-negara Muslim lainnya berjalan kaki dari kota Najaf menunju Karbala yang berjarak sekitar 82 km untuk menghadiri Arbain, mengenang 40 hari Kesyahidan Imam Husein as, Cucu Rasulullah Saw.

Warga Irak menyediakan tempat penginapan, peristirahatan dan makanan gratis di sepanjang jalan Najaf-Karbala. Mereka berlomba-lomba untuk menjamu peziarah secara gratis.

Mereka yang memiliki buah-buahan akan menyediakannya untuk penziarah. Mereka yang bisa memasak akan memasak makanan untuk para peziarah. Mereka juga mendirikan tenda-tenda dan toilet umum untuk para peziarah

Penduduk, termasuk warga yang tergolong miskin, di berbagai kota dan daerah di jalur yang dilintasi peziarah rela mengorbankan waktu, pikiran, dan hartanya untuk melayani dan menjamu jutaan peziarah yang berjalan kaki yang menyemut dari berbagai pelosok dan mengalir menuju komplek makam Imam Husain bin Ali bin Abi Thalib di kota Karbala.

Penduduk bahkan membuka pintu-pintu halaman serta menyilakan para peziarah masuk untuk menyantap sajian sehingga peziarah yang terdiri atas laki-laki dan perempuan dari berbagai usia tak perlu membawa bekal ataupun membeli makanan di sepanjang perjalanan.

Penduduk di sepanjang jalur yang dilintasi iring-iringan peziarah yang berlangsung selama berhari-hari itu dengan senang hati berkorban dengan cara demikian semata-mata demi menunjukkan kecintaan mereka kepada Ahlulbait suci Nabi SAW dan berharap mendapatkan pahala dari Allah SWT.

Menurut para pengamat, fenomena ini dari tahun ke tahun alih-alih mengecil, justru semakin membesar dan menjadi tradisi dan identitas keislaman mereka. Selain itu, warga Irak sendiri sejak dahulu memang dikenal sangat ramah dalam menyambut tamu. (lip islam)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Scroll To Top