Friday , August 23 2019
Breaking News
Pengurus Kelas Literasi Sigi (KLS) Bentuk 3 Pojok Baca di Desa Walatana

Pengurus Kelas Literasi Sigi (KLS) Bentuk 3 Pojok Baca di Desa Walatana

Pengurus Kampung Literasi Sigi (KLS) membentuk tiga pojok baca mandiri di Desa Walatana Kecamatan Dolo Selatan Kabupaten Sigi, Sulteng pada hari Minggu (6/01/2019).

Pojok baca pertama dibentuk di dusun 1 Desa Walatana dengan nama pojok baca As-Syifa dan dibina oleh 10 orang pendamping program yang terdiri dari anak-anak SMP dan SMA. Jumlah anak-anak yang dibina dipojok ini ada 75 orang usia TK dan SD. Nama pojok ini memberi harapan agar seluruh masyarakat, khususnya anak-anak yang rajin membaca bisa mendapatkan kesembuhan dari ketidaktahuan. Pojok baca As-Syifa dikoordinir oleh Widad dengan program harian belajar sambil bermain, mengaji, membaca dan Klinik PR.

Pojok Baca kedua dibentuk di Dusun 2 Desa Walatana dengan nama pojok baca Mutiara. Mutiara sebagai koordinator mengatakan bahwa pojok baca kedua ini memiliki 8 orang pendamping program dan membina 20 orang anak-anak yang beraktivitas disekitar pojok baca tersebut. Dengan adanya pojok baca ini, anak-anak kedepan bisa menjadi mutiara yang berkilau karena memiliki wawasan pengetahuan yang luas.

Pojok baca ketiga dibentuk di dusun 4 Desa Walatana dengan nama pojok baca sidio indah. Shinta sebagai koordinator pojok baca mengucapkan terima kasih kepada pengurus kampung literasi sigi (KLS) yang telah membantu memberikan buku-buku untuk pembinaan minat baca anak-anak.

“Selama ini kami sudah membina sekitar 25 orang anak-anak yang belajar mengaji setiap hari. Insya Allah dengan adanya bantuan buku Majalah Anak Muslim ini bisa menambah kegiatan kami dengan membaca buku.” Tambah Shinta.

Sementara itu pengurus Kampung Literasi Sigi (KLS) Lisnawati mengatakan bahwa pembentukan pojok baca ini sebagai bentuk dan program literasi untuk mendekatkan anak-anak dengan buku. Jika fasilitas seperti buku-buku sudah tersedia banyak, maka secara otomatis motivasi anak-anak untuk membaca itu semakin meningkat. Sebaliknya tanpa buku, minat baca anak-anak tidak akan bisa diukur.

“Oleh karena itu, kami berharap kedepan kami bisa bermitra dengan lembaga manapun atau siapa saja untuk bantuan fasilitas pojok baca termasuk rak dan buku- bukunya sehingga bisa meningkatkan minat baca dan kesejahteraan hidup masyarakat.” Pungkas Lisnawati yang juga mahasiswa jurusan Pendidikan Agama Islam IAIN Palu. (Mahadin)

Baca juga: Acara Tahun Baru Kemah Literasi Sigi

Para pengurus KLS berpose tangan dengan membentuk huruf “L” yang mempunyai arti Literasi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Scroll To Top