Wednesday , December 11 2019
Breaking News
Pesan Ayatullah Khamenei pada Konferensi Internasional Persatuan Islam ke-33 di Tehran

Pesan Ayatullah Khamenei pada Konferensi Internasional Persatuan Islam ke-33 di Tehran

Tehran, Jumat (15/11/2019) – Konferensi Internasional Persatuan Islam ke-33 digelar di Tehran, ibu kota Republik Islam Iran, Kamis, 14 November 2019. Konferensi tahunan yang diprakarsai Republik Islam Iran ini mengusung tema “Persatuan Umat Islam untuk Membela Masjid al-Aqsa”.

400 ulama, tokoh politik, cendekiawan dan akademisi dari 90 negara dunia, termasuk Republik Indonesia berpartisipasi dalam konferensi yang membahas itu-isu penting dunia Islam, terutama Palestina. Pada pertemuan tingkat dunia ini, 10 pembicara menyampaikan pandangannya, dan penghargaan akan diberikan kepada lima tokoh internasional terkemuka.

Baca: Konferensi Internasional Persatuan Islam Kembali Diselenggarakan di Tehran.

Presiden Repubik Islam Iran Hassan Rouhani menyebut Palestina dan al-Quds sebagai prioritas utama dunia Muslim. Dia mengatakan, musuh-musuh dunia Islam ingin agar umat Islam  melupakan masalah Palestina. “Kebijakan Amerika Serikat dan rezim Zionis Israel bertujuan untuk menghilangkan prioritas ini dari agenda dunia Islam. Namun, masyarakat Muslim tidak membiarkan masalah Palestina dan al-Quds terlupakan,” kata Rouhani

Dia menembahkan, umat Islam harus membebaskan Palestina dari cengkeraman musuh, dan Republik Islam Iran berada di garis depan dalam membela bangsa Palestina, dan menentang rezim Zionis dan Amerika Serikat.

Sementara itu, Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran atau Rahbar saat bertemu pajabat pemerintah Iran, para tamu peserta Konferensi Persatuan Islam, duta besar negara Muslim dan berbagai lapisan masyarakat menuturkan, musuh Islam, yang dipimpin Amerika Serikat menentang prinsip agama Islam dan semua negara Muslim.

Ayatullah Khamenei  mengatakan, terhapusnya Israel berarti terhapusnya rezim buatan Zionis, dan berkuasanya pemerintahan terpilih para pemilik asli Palestina baik dari Islam, Kristen maupun Yahudi.

Rahbar menambahkan, senjata utama mereka di kawasan adalah infiltrasi di pusat-pusat sensitif dan pusat pengambilan keputusan, menciptakan perpecahan di antara bangsa-bangsa, dan mengajukan opsi menyerah di hadapan Amerika sebagai solusi masalah. Jalan keluar untuk menghadapi konspirasi ini adalah penyadaran dan perlawanan di jalan kebenaran.

Ayatullah Khamenei menjelaskan tahapan-tahapan persatuan, tahap paling rendah dan paling awal dalam menyatukan Dunia Islam adalah menghindari saling serang dan saling pukul di antara masyarakat, pemerintah, kaum dan mazhab Islam, dan bersatu melawan musuh bersama.

Beliau menerangkan, pada tahap yang lebih tinggi, negara-negara Muslim harus bersinergi di bidang ilmu pengetahuan, kekayaan, keamanan dan kekuatan politik demi mencapai peradaban baru Islam, dan tujuan Iran juga sama yaitu mencapai peradaban baru Islam.

Menurut Rahbar, musibah-musibah yang menimpa Dunia Islam termasuk pendudukan Palestina dan perang berdarah di Yaman, Asia Barat dan Afrika Utara diakibatkan oleh tidak adanya komitmen atas prinsip menghindari konflik, dan tidak adanya persatuan melawan musuh bersama.

“Hari ini musibah terbesar Dunia Islam adalah pendudukan Palestina, sebuah bangsa yang terasing dari rumah dan tanah airnya sendiri,” imbuhnya. Terkait upaya musuh menyimpangkan makna penegasan Imam Khomeini dan pejabat pemerintah Islam tentang penghapusan Israel, Rahbar mengatakan, kami adalah pendukung Palestina, kemerdekaan dan keselamatannya, penghapusan Israel bukan berarti penghapusan rakyat Yahudi, karena kami tidak mempermasalahkan mereka, di negara kamipun tinggal sekelompok warga Yahudi dalam keamanan penuh.

Ayatullah Khamenei menegaskan, rakyat Palestina baik Muslim, Kristen maupun Yahudi yang merupakan pemilik asli tanah air mereka, harus bisa memilih pemerintahannya sendiri, dan pihak asing, perusuh serta pengacau seperti Benjamin Netanyahu harus diusir, sehingga bangsa Palestina bisa mengelola negaranya sendiri, dan ini akan segera terwujud.

Rahbar menilai tanggung jawab para intelektual dan ulama Dunia Islam sangat penting dan mengatakan, kalian harus membela kebenaran dengan segenap kekuatan, jangan takut musuh, ketahuilah Dunia Islam dengan bantuan Ilahi tidak lama lagi akan menyaksikan cita-citanya terwujud.

Source: ABNA / Parstoday

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Scroll To Top