Sunday , November 17 2019
Breaking News
Pesan Berantai Memfitnah Syiah

Pesan Berantai Memfitnah Syiah

Pesan singkat melalui telepon genggam dan jejaring sosial adalah salah satu sarana efektif untuk menyampaikan informasi dengan cepat dan mudah. Tak heran cara komunikasi semacam itu sangat diminati masyarakat masa kini. 

Namun, di balik kemudahan dan manfaatnya, teknologi canggih ini pun rawan disalahgunakan sebagai sarana kejahatan.

Baru-baru ini misalnya, beredar kabar yang terkesan menyudutkan kelompok Syiah bahkan dapat menjadi bahan penyulut fitnah di tengah kaum Muslimin.

Berikut ini penggalan pesan singkat yang ABI Press terima: “80 orang pengikut Syiah dan massa bayaran Syiah dengan beringas mendatangi masjid dan mengancam pengurus Yayasan dan DKM masjid Jami’ Bintaro Jaya agar MEMBATALKAN sosialisasi akbar oleh MUI Pusat tentang ‘Mewaspadai Penyimpangan Syiah,’ Sabtu, 10 Mei 2014.” 

Pesan itu diklaim si pengirim sebagai update berita yang didapatnya dari salah seorang pengurus DKM masjid Bintaro Jaya Sektor 1, Subhan Farikhi.

Berbekal informasi itu, untuk mengkroscek fakta yang sebenarnya, Tim ABI Press mendatangi Masjid Bintaro Jaya. Subhan Farikhi, adalah pihak pertama yang kami cari, karena namanya tercantum (dicantumkan) dalam pesan berantai itu. Tapi Subhan tak berhasil kami temui di sana.

Akhirnya, info lain kami dapat dari Yuwono, yang juga pengurus masjid Bintaro Jaya. Menurutnya, isi SMS yang beredar itu sama sekali tidak benar. Tidak ada massa beringas Syiah yang datang, tidak ada ancaman-ancaman terhadap pengurus masjid seperti kabar yang tersebar. “Itu hanya upaya untuk memecah-belah dan mengadu-domba umat Islam saja,” ungkapnya. 

Selain menolak isu yang dianggap dapat memicu perpecahan ini, dari Yuwono pula kami dapatkan nomor kontak Subhan Farikhi. 

Saat berhasil kami hubungi via telepon ternyata Subhan enggan bicara masalah itu. “Saya menganggap masalah ini sudah selesai dan tidak ingin mengungkit-ungkitnya lagi,” tuturnya singkat.

Sementara Muhammad Nasyir, sebagai sesama pengurus masjid,  berpendapat lain. Saat kami temui usai shalat Zuhur, dia mengaku sebenarnya juga kurang setuju dengan acara bertema “Mewaspadai Penyimpangan Syiah”yang kabarnya akan diadakan MUI di masjid tu. 

Tak hanya Yuwono, di tempat lain pun, acara serupa memang dianggap kontroversi dan mengundang reaksi negatif banyak pihak. 

Terkait adanya sekelompok orang yang dikabarkan ingin datang membubarkan acara yang awalnya direncanakan digelar 10 Mei itu, Nasyir tidak dapat memastikan apakah itu kelompok Syiah atau bukan. Sebab, mereka memakai atribut yang menurut Syiah sendiri bukan dari kelompok mereka. Tebakan Nasyir, mungkin karena mereka terkesan membela Syiah maka banyak orang yang menganggapnya dari kalangan Syiah.

Hingga berita ini diturunkan, Tim ABI Press belum berhasil mendapatkan info akurat tentang kelompok yang dituding menghendaki penutupan acara bertema “Mewaspadai Penyimpangan Syiah” itu. 

Apa motif sebenarnya upaya penggagalan acara itu, jika memang benar-benar ada? Apakah hanya sekedar ingin membela Muslim Syiah, atau ada maksud lain yang lebih mulia, untuk mencegah timbulnya perpecahan antar sesama Muslim sebagai akibat adanya acara yang terkesan provokatif itu? (Malik/Yudhi)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Scroll To Top