Saturday , October 19 2019
Breaking News
Potret “Dialog” Sunnah-Syiah di Kepulauan Riau

Potret “Dialog” Sunnah-Syiah di Kepulauan Riau

Minggu (25/5) berlangsung acara Dialog Sunnah-Syiah dengan tema “Mengawal Aqidah Ummat” yang diselenggarakan oleh MUI Kepri.Sebelumnya santer terdengar kabar akan diadakan sosialisasi buku “Mengenal dan Mewaspadai Kesesatan Syiah di Indonesia.” Sebuah agenda “Road Show” mengatasnamakan MUI yang beberapa bulan terakhir diadakan di berbagai pelosok daerah.

Melihat pengalaman sebelumnya di Kepulauan Riau dan beberapa daerah lain, acara ini disponsori oleh kelompok Wahabi Takfiri. Oleh karena itu banyak pihak yang mengkhawatirkan acara semacam ini akan menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.

Akhirnya diputuskan forum ini diubah namanya menjadi forum Dialog Sunnah-Syiah.  Acara yang berlangsung selama 2 jam itu pun diputuskan untuk dihadiri peserta terbatas 150-an orang saja.

Seperti sudah diduga sebelumnya, acara yang sarat pesan-pesan sponsor ini pun diawali pembagian buku “Mengenal dan Mewaspadai Kesesatan Syiah di Indonesia” kepada para peserta.

Dalam forum nampak beberapa wajah yang sudah tak asing lagi dalam forum-forum pengkafiran Syiah seperti Bachtiar, Lc dan Ispiraini Hamdan yang kali ini bertindak selaku moderator. Caleg gagal dari PKS ini sangat agresif mensosialisasikan buku tersebut dan dalam status facebook-nya pun, yang bersangkutan menunjukkan kebencian mendalamnya terhadap Syiah.

Sekitar pukul 09.10 acara dimulai dengan pembacaan ayat suci Al-Quran diikuti sambutan-sambutan oleh Azhar Hasyim (Ketua MUI Kabupaten Karimun), Azhari Abbas (Ketua MUI Provinsi Kepulauan Riau) dan Dr. Nurdin Basirun S.Sos, MSi selaku Bupati Tanjung Balai Karimun.

Dalam kata sambutan itu ketiganya memberikan apresiasi atas terselenggaranya forum tersebut dengan menekankan semangat ukhuwah Islamiyah.

Forum tersebut menghadirkan dua orang narasumber dari pihak Syiah yakni Ustad Husein Shahab dan Ustad Babul Ulum sedangkan dari pihak MUI diwakili KH. Idrus Romli dan KH. Misbah Munir.

Pembicara dari MUI KH. Misbah Munir berusaha memaparkan agenda sosialisasi kesesatan Syiah dengan menggunakan “slide” namun nampaknya tidak cukup efektif mengingat waktu pembicara yang dibatasi masing-masing hanya 10 menit.

Sekalipun diskusi berlangsung sengit namun forum nampak berjalan tertib dan lancar. Acara diakhiri saling jabat tangan dan foto bersama kedua belah pihak Syiah dan Sunni

Malam harinya di kediaman Bupati berlangsung lagi acara tabligh akbar dengan tema yang sama. Tabligh Akbar menghadirkan Habib Muhdhar Alhamid selaku pembicara. Sayangnya acara tersebut justeru diisi dengan makian dan hujatan terhadap Syiah. Bahkan disertai provokasi untuk menyembelih (menggorok) orang Syiah dan berbagai umpatan lain. Pemandangan yang sangat kontras dengan dialog yang berlangsung siang harinya.

Sungguh ironis, di tengah umat Islam begitu mengharapkan persatuan dan kedamaian justeru dirusak hate speech (ujaran kebencian) dari preman berjubah ulama. (Deni/Yudhi)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Scroll To Top