Sunday , November 18 2018
Breaking News
Presiden Joko Widodo: Media Sosial adalah Hutan Belantara Berita dan Informasi

Presiden Joko Widodo: Media Sosial adalah Hutan Belantara Berita dan Informasi

Jakarta, Kamis 11/10/18 – Presiden Joko Widodo adalah salah satu presiden yang aktif di media sosial, dari Twitter, vlog hingga Instagram. Di tengah kesibukannya menghadiri pertemuan IMF terpantau di akun Instagramnya beliau sambil berpose duduk santai sambil memegang gawai dengan diberi caption

“Media sosial adalah informasi dan informasi. Di dalamnya, kita harus pandai-pandai memilah dan memilih: mana substansi dan perbedaan, yang benar dan mana mana, yang asli dan yang mana, ujaran kebenaran dan kebencian, suara dan kegaduhan, suara dan suara. Selamat pagi. ” 

Media sosial adalah media online, para penggunanya dapat dengan mudah mengakses, berbagi, dan mengembangkan blog, jejaring sosial, wiki, forum dan dunia virtual. Jejaring sosial merupakan situs dimana orang-orang dapat membuat halaman web pribadi, kemudian terhubung dengan teman-teman untuk berbagi informasi dan berkomunikasi.

Saat teknologi internet dan industri ponsel  maju maka media sosial pun ikut tumbuh dengan pesat. Kini untuk mengakses facebook atau twitter misalnya, bisa dilakukan dimana saja dan kapan saja hanya dengan menggunakan sebuah ponsel. Semoga cepatnya orang bisa mengakses media sosial untuk fenomena besar terhadap arus informasi tidak hanya di negara-negara maju, tetapi juga di Indonesia. Karena kecepatannya media sosial juga mulai tampak sebagai media massa yang utama dalam menyerap berita-berita. Banyaknya informasi yang sampai ke kita, membuat kita susah membedakan mana berita yang benar dan mana yang bohong berita (hoax). Di sini kepekaan kita terhadap informasi sangat diperlukan.Mengutip dari merdeka.com berikut tips-tips mengenali berita hoax:

  1. Hoax bisa berupa email, pesan broadcast, hingga SMS. Saat ini, hoax banyak ditemukan di media sosial, terutama  Facebook . Banyak artikel tipuan yang sengaja dipasang untuk mengelabuhi masyarakat dan mendapat suka semata.
  2. Kebohongan biasanya diawali  kata-kata  sugestif dan heboh. Bahkan, ada beberapa sifat yang cukup provokatif dan menimbulkan masalah di masyarakat. contoh … ‘Awas, virus Zika menyebar di Indonesi’ ‘Sebar kabar ini segera ..’ ‘Bukan tipuan, tsunami bakal melanda …’.
  3. Isi tipuan kerap mencatut nama-nama ilmuwan atau lembaga terkenal. Hal ini penting, karena nama-nama populer dan berlebih dapat membuat tipuan lebih mudah dipercaya.
  4. Berita tipuan kebebasan yang terjadi, dan kerap lisan hasil-hasil penelitian palsu. Sekali lagi, penelitian ini hanya dibuat-buat atau merekayasa hasil dari nampak ‘wow’ ‘dan membuat penasaran publik. Contoh ‘penelitian Kaspersky Lab nyatakan WhatsApp disusupi pencuri data virus dari China.’
  5. Kebohongan tidak muncul di media-media massa dan hanya bisa pesan berantai. Media massa atau online yang biasa-biasa saja sudah biasa menyaring berita-berita tipuan. Jadi, jika kabar baik Anda tidak muncul di media, kabar baik itu palsu. Tidak jarang media saat mengklarifikasi kabar kabar hoax.
  6. Kalimat hoax banyak ditulis dengan huruf kapital dan tanda seru. Penggunaan huruf kapital bisa menjadi pembaca untuk fokus dan lebih mudah mengingat. Pada hoax berupa artikel panjang, penggunaan huruf kapital membantu pembaca agar tidak mudah bosan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Scroll To Top