Sunday , September 22 2019
Breaking News
Saudi Diprotes Lagi

Saudi Diprotes Lagi

Setelah dikecam banyak pihak atas invasinya ke Yaman yang menewaskan ratusan warga sipil, perempuan dan anak-anak, kini Saudi diprotes lagi atas eksekusi mati Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di negara itu, Siti Zainab pada 14 April dan Karni binti Medi Tarsim sehari setelahnya (16/4).

Siti Zaenab dan KarniMigrant Care, lembaga yang bergerak di bidang buruh migran melakukan protes terhadap kebijakan Saudi. Bersama beberapa lembaga lainnya, Migrant Care melakukan demonstrasi di Kedutaan Besar Saudi dari pagi hingga siang hari (17/4). Sorenya, mereka melanjutkan aksi di depan Istana Negara.

“Kita minta Dubes Saudi diusir dari negara Indonesia,” kata seorang orator di depan Istana.

Seragam hitam dikenakan peserta aksi sebagai tanda belasungkawa, dan korek kuping sebagai makna agar pemerintah membuka telinga dan mendengarkan rakyat dan buruh tertindas.

“Pak Jokowi jangan diam! Karena, sampai saat ini Pak Jokowi belum pernah mengeluarkan statemen terkait eksekusi mati terhadap dua buruh migran kita. Jadi, kita minta Pak Jokowi untuk menyatakan statemen resmi, agar segera bertindak dan tata kelola migrasi Indonesia yang saat ini orientasinya hanyalah mengambil keuntungan TKI tapi perlindungan terhadap mereka diabaikan. Kita juga minta Indonesia menghentikan hukuman mati,” kata Anis Hidayat, Direktur Eksekutif Migrant Care. 

Ia juga menyatakan bahwa Saudi merupakan negara yang tidak menghormati HAM. “Ini jelas-jelas melanggar HAM!” tegas Anis. 

KontraS menyebut sudah ada lebih dari 44 putusan mati dan 90 orang dieksekusi mati pada tahun 2015 ini.

Sebagai anggota negara yang telah meratifikasi Vienna Convention on Consular Relations, tindakan Saudi tidak memberitahu pemerintah Indonesia atas warganya yang akan diesksekusi dianggap telah melanggar pasal 36, bahwa konsular dari negara yang warganya sedang menjalani proses hukum harus mendapatkan notifikasi termasuk sebelum dieksekusi. 

Dua kali eksekusi dalam seminggu yang dilakukan Saudi terhadap dua warganegara Indonesia tanpa pemberitahuan kepada Konsulat Indonesia di Saudi, menimbulkan pertanyaan, pertanda apakah ini? (Malik/Yudhi)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Scroll To Top