Saturday , July 11 2020
Breaking News
Sebarluaskan Kembali Paradigma Islam Cinta

Sebarluaskan Kembali Paradigma Islam Cinta

Rasulullah saw. berabad-abad lalu telah menegaskan bahwa “Al-hubbu asasi,” “Cinta adalah asas (dasar) Islam.” 

Guru besar Imam Mazhab Ahlusunnah, Imam Ja’far Shadiq ra pun mengatakan, “Tiada agama selain cinta.”

Hal ini disitir oleh Dr. Haidar Bagir dalam diskusi buku “Semesta Cinta, Memahami Konsep Islam Cinta Ibnu Arabi” di kampus Paramadina, SCBD Jakarta, Jumat (20/11) untuk menegaskan betapa Islam sejatinya adalah agama cinta. 

Haidar mengingatkan, paradigma Islam Cinta ini harus kembali dan terus disebarluaskan, karena paradigma kebencian dalam beragama sangat berbahaya dan destruktif. 

“Sekarang ini agama dijadikan sebagai alat penebar kebencian. Oleh kelompok-kelompok takfiri itu. Kita perlu meluruskan itu dan mengembalikan pada paradigma bahwa Islam itu hakikatnya cinta,” ujar Haidar.

“Paradigma kebencian menjadi sumber untuk mengeluarkan orang dari domain orang baik, orang beriman, dan dianggap ingin menghancurkan agama. Sehingga dianggap mereka kafir dan halal dibunuh. Padahal ini antitesis keberagamaan. Agama (Islam) itu cinta. Dan cinta itu memeluk, bukan mengusir.”

“Dan Indonesia, adalah korban paling parah dari serangan ideologi kebencian ini dibanding negara Muslim lain di dunia,” tekan Haidar.

Dalam konteks inilah, untuk mengembalikan khittah Islam Cinta dalam beragama, menurut Haidar Bagir pemikiran Ibnu Arabi sangat relevan dan mesti dikaji ulang oleh umat Islam. Karena Ibnu Arabi dengan konsep tauhid wahdatul wujudnya, sangat mengedepankan paradigma cinta. 

Terkait tuduhan bahwa Ibnu Arabi itu kafir dan tidak mengikuti syariat, Haidar menyanggahnya. 

“Ibnu Arabi itu sangat setia pada syariah dan tauhid. Sulit mencari orang yang setia pada tauhid dan syariah selain Ibnu Arabi (pada zamannya). Ibnu Arabi tak mau geser sedikit pun dari syariah, dari Qur’an dan Hadis,” ujar Haidar. 

“Justru tauhidnya Ibnu Arabi, Wahdatul Wujud itu adalah tauhid yang paling murni. Yang dari situlah paradigma Islam Cinta bermula,” pungkas Haidar. (Muhammad/Yudhi) 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Scroll To Top