Saturday , July 11 2020
Breaking News
Sekilas Isi Pidato Imam Khamenei di Haul Imam Khomeini

Sekilas Isi Pidato Imam Khamenei di Haul Imam Khomeini

Haul Pendiri Republik Islam Iran Imam Khomeini ra diperingati pada tanggal 14 Khordad yang tahun ini bertepatan dengan tanggal 3 Juni 2020. Memperingati haul tersebut, Pemimpin Besar Revolusi Islam Ayatulllah al-Udzma Sayid Ali Khamenei menyampaikan pidato live di televisi nasional Republik Islam Iran. Dalam pidatonya, Rahbar menyebut peristiwa terkini di Amerika Serikat sebagai kemunculan realitas yang selama ini disembunyikan, dan wajah asli pemerintah Amerika dipermalukan di dunia oleh perilaku mereka sendiri.

Selama ini AS selalu bersembunyi di balik topeng hak asasi manusia dan demokrasi yang diklaim dilanggar negara lain, tapi lupa negaranya sendiri sebagai biang keladi berbagai pelanggaran tersebut. Pada peringatan haul Imam Khomeini ke-31, realitas yang tersembunyi itu kian hari semakin tersingkap. Tepat kiranya, jika Rahbar menyebut Imam Khomeini sebagai Imam perubahan yang bergerak melampaui zamannya.

Ayatullah Khamenei menyebut peristiwa terkini di Amerika Serikat sebagai kemunculan realitas yang selama ini disembunyikan, dan wajah asli pemerintah Amerika dipermalukan di dunia oleh perilaku mereka sendiri. Bahwa aksi seorang polisi Amerika Serikat menekan leher seorang pria kulit hitam dengan lututnya hingga meninggal dunia, yang disaksikan oleh para polisi AS lainnya, bukan peristiwa baru.

Imam menyebut slogan orang Amerika hari ini, “Kami tidak bisa bernafas,” sebagai suara hati semua negara yang tertindas. Ironisnya, pemerintah AS tidak meminta maaf atas perlakuan tidak tahu malu terhadap warganya sendiri yang jelas menunjukkan kejahatan, dan kemudian mereka mengatakan hak asasi manusia, seorang-olah orang kulit hitam yang terbunuh bukan manusia dan dia tidak memiliki haknya.

“Kejahatan ini mencerminkan sepak terjang dan sifat pemerintah AS yang telah melakukan hal yang sama terhadap banyak negara dunia, seperti: Afghanistan, Irak, Suriah, dan sebelumnya Vietnam,” imbuhnya.

Dalam pidatonya Imam juga menyinggung manajemen penanggulangan Covid-19 yang buruk di AS, dengan mengatakan, “Lemahnya penanganan virus Corona disebabkan kerusakan sistematis di tubuh puncak kekuasaan AS, sehingga jumlah kasus dan korban yang meninggal akibat virus Corona di Amerika Serikat  lebih tinggi beberapa kali lipat dari negara lain. Kini, mereka tidak meminta maaf atas perlakuan tidak tahu malu terhadap warganya sendiri yang jelas menunjukkan kejahatan, dan kemudian mereka mengatakan hak asasi manusia, seorang-olah orang kulit hitam yang terbunuh bukan manusia dan dia tidak memiliki haknya”.

“Dengan kondisi saat ini, orang-orang yang profesinya mendukung AS dan antek-anteknya tidak akan bisa membanggakan negara ini kepada orang lagi. Ketika itu, tidak ada yang berpikir bisa melakukan tindakan yang bertentangan dengan kehendak Amerika Serikat, tetapi Imam Khomeini membuktikannya, bahkan presiden Amerika sendiri mengakui telah dipermalukan oleh beliau,” ujarnya.

Rahbar mengungkapkan peran besar Imam Khomeini tidak hanya bagi Iran, tapi juga dunia Islam. Ayatullah Khamenei menyebut pendiri Republik Islam ini sebagai “Inspirator, pendorong dan pelaku perubahan”.

“Pada awal gerakan Islam dimulai, tidak ada cakrawala mengenai masa depan di benak bangsa ini, tetapi Imam Khomeini ra mengubah pandangan tersebut menjadi pembentukan umat Islam, dan penciptaan peradaban baru Islam, beliau mengubah perasaan rendah diri bangsa menjadi percaya diri dan bermartabat,” pungkasnya.

Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran, Ayatullah Uzma Sayid Ali Khamenei dalam menyampaikan pidato memperingati haul Imam Khomeini menyebut pendiri Republik Islam Iran ini sebagai “Inspirator, pendorong dan pelaku perubahan”. Oleh karena itu, Rahbar menyebut Imam Khomeini sebagai “Imam perubahan”.

Perubahan yang dikibarkan Imam Khomeini tidak hanya berpengaruh di Iran saja, tapi juga berdampak di tingkat global terutama dunia Islam.

“Untuk menjaga keberlanjutan revolusi, kita harus belajar karakteristik perangkat lunak dan operasionalismenya dari Imam Khomeini. Kita harus seriusi pendekatan perubahan dan percepatan menuju “perbaikan dan melompat ke depan” di semua bidang, terutama di lini-lini yang tidak aktif, maupun tertinggal,”.

Imam Khomeini adalah seorang tokoh pejuang yang menyadari masalah yang menimpa Iran dan dunia Islam. Oleh karena itu, jalan yang diambil oleh Imam Khomeini dalam perang melawan imperialisme serta rezim korup dan menindas, sebagai jalan yang berkelanjutan dan permanen. Ayatullah Khamenei menilai pemikiran Imam Khomeini melampaui zamannya. Imam Khomeini jauh hari telah membuktikan bahwa kekuatan adidaya seperti AS rentan dan bisa dipatahkan.

Sebelum Uni Soviet bubar, Imam Khomeini dalam berbagai statemennya telah menyinggung keruntungan blok timur ini, sebuah pandangan yang jarang terlontar dari para analis internasional sekalipun. Dari sudut pandang ini, ide-ide politik Imam Khomeini menunjukkan perubahan besar di tingkat global. Lebih dari itu, Imam Khomeini telah menyuarakan perubahan besar tatanan global, dan peran Islam di dalamnya, seiring terbentuknya Republik Islam di Iran.

Perubahan yang diusung Imam Khomeini berpijak pada nilai-nilai universal seperti keadilan, kebebasan dan hak asasi manusia. Oleh karena itu, tuntutan terhadap penegakkan keadilan dan kebebasan tidak hanya disuarakan Republik Islam saja, tapi juga di tempat lain, termasuk yang terjadi di AS saat ini.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Scroll To Top