Wednesday , November 13 2019
Breaking News
Sekolah Agama ICRP Pertemuan ke -12

Sekolah Agama ICRP Pertemuan ke -12

(Bagian Pertama)

Dalam kelas Sekolah Agama ICRP kali ini, yang mengambil tema “Membangun Sinergi dalam Kerja-Kerja Peace-Building” yang dilaksanakan di kantor ICRP, Cempaka Putih, Jakarta Pusat, Jumat (11/12) pemateri pertama, Ridwan Al-Makassary, pengiat perdamaian di Papua, menjelaskan banyak hal terkait kondisi Papua saat ini.

Terutama kondisi ketika terjadi konflik Agama di Tolikara, Papua yang di kelas ini dijelaskan dengan sejelas-jelasnya oleh beliau. Dia juga menganalisa penyebab terjandinya konflik di Papua serta juga cara-cara untuk mengatasinya. Dia bisa disebut sebagai Oase di dalam posisi keberagamaan di Indonesia yang sedang mendapatkan tantangan dari para intoleran.

[youtube]https://www.youtube.com/watch?v=dRwgKhz6ETs[/youtube]

( Bagian Kedua )

Pemateri kedua, Ahmad Nurcholis, Studi Perdamaian ICRP.

Peace bulding tidak bisa dilakukan sendiri, pengalamannya berkunjung ke sejumlah kota di Indonesia, nurcholis mengatakan bahwa biasanya konflik itu dipicu dari luar bukan dari dalam mereka sendiri.

Dalam video ini Nurcholis menceritakan upaya perdamaian yang dilakukan manusia sejak dulu kala. Proses pengajaran dalam Islam sudah dimulai sejak awal pada abad ke tujuh. Islam itu sendiri basisnya adalah agama perdamaian, contohnya saat Nabi Muhammad hijrah ke Madinah dan terbitlah perjanjian Madinah dengan umat agama lain.

[youtube]https://www.youtube.com/watch?v=eJqvGCjmCp8[/youtube]

(Bagian Ketiga)

Dalam video ini merupakan video ketiga dari seri sekolah agama pertemuan terakhir yang berisi tentang tanya jawab yang dilakukan oleh para peserta sekolah agama di ICRP.

sekolah agama yang telah ditutup untuk tahun ini, rencananya akan dibuka kembali tahun depan dengan tema dan bahasan yang lebih menarik.(Lutfi)

[youtube]https://www.youtube.com/watch?v=B5P7biOzarM[/youtube]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Scroll To Top