Monday , August 26 2019
Breaking News
Seminar Nasional Filsafat Islam dan Tasawuf

Seminar Nasional Filsafat Islam dan Tasawuf

SAM_4449Pada hari Jum’at, 22 Nopember 2013, Seminar Nasional Filsafat Islam dan Tasawuf dilangsungkan di Sekolah Tinggi Filsafat Islam (STFI) Sadra, Pejaten Raya No 19 Jaksel. Seminar yang berlangsung dari pukul 14.00-16.00 WIB dan membahas kitab Syarah al-Manzumah Mulla Hadi Sabzawari itu disampaikan oleh Ustad Husein Shahab, MA. Sementara Dr. Kholid al-Walid bertindak selaku moderator dalam acara itu.

Kegiatan yang rutin diadakan tiap Jumat seminggu sekali selama satu semester itu berkonsentrasi dalam studi naskah atas kitab-kitab utama filsafat Islam dan tasawuf dunia.

“Mulla Hadi Sabzawari lahir tahun 12 H adalah seorang ulama, filosof dan hakim yang disegani. Beliau penerus Mulla Shadra dan bahkan disebut oleh semua kalangan sebagai filosof akbar pada 3 abad terakhir setelah Mulla Sadra,” demikian Ustad Husein pada sesi pembukaan seminar memperkenalkan Sabzawari.

“Syarah Manzumah adalah kitab paling popular dari semua karya Sabzawari. Bisa dibilang, kitab ini adalah miniatur kitab Asfar-nya Mulla Shadra, hanya saja ia disusun dalam bentuk puisi yang indah,” lanjut Ustad Husein.

“Kitab Mulla Sabzawari ini dari satu sisi sangat enak dibaca karena keindahan tata bahasa yang digunakan. Sedangkan di sisi lain tetap tak mengurangi bobot pesan-pesan filsafat itu sendiri,” urai alumni Universitas Qum, Iran ini terkait Syarah al-Manzumah.

Selanjutnya dalam sesi tanya jawab Ustad Husein Shahab memaparkan perbedaan antara filsafat Barat dengan filsafat Islam.

Menurutnya, orang-orang Barat hanya menjadikan filsafat sebagai metode untuk selalu bertanya tanpa akhir. Berbeda dengan filsafat islam yang menjadikan filsafat justru sebagai metode untuk makrifat atau mendapatkan pengetahuan, seperti pengetahuan tentang hari akhir dsb. Sementara kita ketahui, persoalan hari akhir itu tidak diyakini oleh filsafat Barat.

Dalam sesi penutup, selaku moderator Dr. Kholid al-Walid menyimpulkan bahwa Syarah Manzumah tak ubahnya peta yang mesti digunakan sebelum pembahasan Hikmah Muata’alliyyah-nya Mulla Shadra. Hal itu menurutnya merupakan salah satu bukti keberhasilan karya Sabzawari. Selain itu, Syarah Manzumah ini jugalah yang dipetakan lagi oleh Thaba-Thaba’i dalam karyanya yang berjudul Bidayah al-Hikmah. (ABI/Sutiawan).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Scroll To Top