Friday , September 20 2019
Breaking News
Silaturahmi Kabuyutan Ke Vihara Vipassana Graha

Silaturahmi Kabuyutan Ke Vihara Vipassana Graha

Bikhu Bante Danisaro tak menyangka mimpinya menjadi kenyataan. Sabtu (9/3) lalu, enam orang lelaki berpakaian hitam-hitam yang adalah Abah Yusuf Bachtiar bersama rombongan datang berkunjung ke Vihara Vipassana Graha, Lembang. 
 
Abah Yusuf bersama lima orang dari Kabuyutan Gegerkalong dan Dayak Sagandu datang menemui Bikhu Bante yang baru saja usai menjalankan laku puasa 7 hari 7 malam untuk mensucikan diri.
 
Bikhu Bante mengaku, malam sebelumnya ia bermimpi didatangi oleh tamu berpakaian hitam-hitam dan berikat kepala. Karena itu ia merasa terkejut saat menerima kunjungan rombongan tamu dengan ciri-ciri persis seperti yang sudah tergambar dalam mimpinya.
 
Dalam kunjungan tersebut Abah Yusuf menjelaskan bahwa mereka datang berkunjung sebagai bentuk pengamalan ajaran leluhur untuk mensyiarkan bahwa Kabuyutan adalah ajaran yang membawa kedamaian dan menjunjung tinggi persamaan harkat kemanusiaan.
 
Indahnya Islam Cinta
 
Gian Giartha, wakil dari Kabuyutan Panjalu yang juga ikut dalam rombongan menyatakan ini merupakan pengalaman yang amat berkesan baginya.
 
“Ini pengalaman yang luar biasa. Alhamdulillah kunjungan kami sangat diterima,”ujar Gian. “Dalam dialog, Abah memaparkan mengenai indahnya Islam dan keharmonisan yang dicontohkan oleh Rasulullah dan keluarganya.”
 
Dalam perbincangan ini Bikhu Bante Danisaro juga menyampaikan kekhawatirannya tentang aliran-aliran yang mengatasnamakan Islam tetapi berada dalam kelompok garis keras seperti ISIS.
 
Setelah lama bertukar pikiran, Bikhu Bante rencananya akan ganti  hadir di pengajian malam Jumat Majelis Habib Alwi di Bandung, untuk menjalin silaturahmi. (Muhammad/Yudhi)

One comment

  1. Bambang Sindoro

    Saya ikut bergembira atas kearifan yang ditunjukkan oleh para tokoh Kabuyutan dalam menyikapi keragaman keyakinan dan peribadahan bangsa kita. Memang salah satu cara untuk tetap menjaga kerukunan bangsa dan menangkal penyebaran aliran radikal adalah dengan kembali pada “kearifan lokal” yang lahir dan berkembang di negeri sendiri dan lebih sesuai dengan budaya Indonesia yang mementingkan keharmonisan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Scroll To Top