Friday , January 18 2019
Breaking News
Suara Dewan Syura: Spirit Arbain di Tengah Bencana dan Kontestasi Politik

Suara Dewan Syura: Spirit Arbain di Tengah Bencana dan Kontestasi Politik

Shafar adalah bulan penting karena memuat momen Arbain Imam Husein AS. Shafar tahun ini juga diliputi suasana duka rakyat Indonesia atas musibah bencana alam yang terjadi di beberapa wilayah, seperti Lombok, Palu, Donggala, Bali, Madura, Mandailing Natal, dan beberapa wilayah lain.

Pada bulan ini pula kontestasi politik, masa kampanye Pemilu, Pilpres dan Pileg dimulai. Karenanya, Dewan Syura Ahlul Bait Indonesia perlu memberikan arahan kepada seluruh pencinta Ahlulbait, khususnya para pengurus Ahlul Bait Indonesia (ABI) sebagai berikut:

  1. Hendaklah semangat peringatan Arbain selain dilakukan dalam bentuk majelis konvensional, perlu juga diselenggarakan dalam format acara berupa penggalangan dana dan bantuan untuk para korban bencana alam.
  2. Hendaklah mulai bersiap untuk dapat berpartisipasi aktif sebagai anggota atau relawan ABI Rescue yang ikut terjun ke medan terdampak.
  3. Hendaklah dilakukan berbagai kajian lanjutan terkait kebangkitan Imam Husein AS, termasuk juga langkah yang diambil Imam Ali Zainal Abidin dan Sayyidah Zainab AS serta upaya membumikannya dalam kehidupan saat ini, khususnya perlawanan terhadap segala bentuk ketidakadilan dan kezaliman dengan memberikan dukungan moral atau lainnya kepada bangsa-bangsa mazlum zaman ini, seperti Palestina, Yaman dan Bahrain.
  4. Hendaklah setiap pengikut Ahlulbait khususnya pengurus ABI mengimplementasikan nilai-nilai kebangkitan Imam Husein AS dengan senantiasa merawat kesadaran sebagai masyarakat terpimpin.
  5. Hendaklah tetap melakukan ziarah hari Arbain dan amalan-amalan lainnya, dari dekat atau jauh, sebab substansi ziarah adalah hubungan emosional dan makrifah yang harus dibangun antara peziarah dan yang diziarahi.
  6. Hendaklah tidak membatasi makna ziarah semata momen untuk berdoa, namun juga sebagai media untuk mengikrarkan janji dan komitmen serta cinta kepada sang Imam.
  7. Hendaklah menyeimbangkan dimensi personal dan impersonal dalam memetik hikmah kebangkitan Imam Husein AS.
  8. Hendaklah menyelenggarakan majelis Arbain di yayasan, Husainiyah atau di rumah dengan tetap memperhatikan keamanan, sensitivitas lingkungan dan tidak menimbulkan hal-hal yang tidak diinginkan.
  9. ABI adalah organisasi non partisan yang bersikap netral dalam kontestasi politik.
  10. Setiap pengurus dan selain pengurus ABI tidak dibenarkan mengatasnamakan organisasi dalam hal mendukung atau menolak pilihan politik tertentu.
  11. Jika seorang penganut mazhab Ahlulbait -baik berafiliasi maupun tidak dengan ABI- pada masa kontestasi politik melakukan tindakan yang bertentangan dengan hukum, maka ABI tidak bertanggungjawab atas hal tersebut.
  12. Hendaklah tetap lebih mengedepankan persaudaraan dan persatuan antara sesama pengikut Ahlulbait, sekalipun berbeda pandangan dan pilihan politik.[*]

(Dikutip dari rubrik Suara DS, Buletin Al-Wilayah edisi 26, Oktober 2018, Shafar 1440H)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Scroll To Top