Sunday , December 15 2019
Breaking News
Suciwati: Munir Akan Selalu Ada

Suciwati: Munir Akan Selalu Ada

Munir Akan Selalu AdaSepuluh tahun telah berlalu, namun kematiannya masih menyisahkan banyak misteri yang belum terungkap. Munir Said Thalib, biasa dipanggil Munir, menjadi martir bagi para pejuang HAM. Dia dibunuh dengan cara diracun Arsenik pada 7 September 2004, saat naik pesawat Garuda GA-974, kursi 40 G dalam sebuah perjalanan menuju Amsterdam, Belanda.

Sang pejuang HAM ini meninggalkan seorang istri bernama Suciwati dan dua orang anak, yaitu Sultan Alif Allende dan Diva.

Bagaimana keluarganya, terutama Suciwati sebagai istri mengenang Munir?

“Tidak ada kata kenangan terakhir, sebab kenangan itu melekat dan tidak akan terkikis oleh waktu,” terang Suciwati kepada ABI Press di Omah Munir.

Bagi Suciwati, mencintai Munir dan mengenang semua perjuangan dan kebaikan yang telah dilakukannya itu tidak mengenal kata berakhir. Kenangan bersama Munir akan tetap hidup tidak hanya bersama keluarga tapi juga tentu saja dengan semua orang yang peduli dengan penegakan keadilan dan hak asasi manusia.

Ketika rindu kepada Munir datang melanda, ada kalanya Suciwati menangis dan ada kalanya juga dia berdoa dengan memikirkan keindahan yang telah mereka jalani berdua, mengingat kelucuan-kelucuan yang sering dilakukan oleh Munir.

Suciwati menceritakan, ada banyak tempat khusus yang dikunjungi di Jakarta dan banyak kenangan saat-saat berdua yang tak terlupakan.

Pernah satu waktu saat mereka baru saja menikah, Munir mengajaknya jalan-jalan keliling Jakarta dengan menggunakan sepeda motor, saat memasuki jalan Sudirman, jalan dimana sepeda motor tidak boleh masuk kesana, tapi Munir malah melewati jalan itu.

“Dia kena tilang polisi,” cerita Suciwati, mengenang kebersamaannya dengan sang suami, Munir.

Sosok Munir tidak hanya hidup dalam hati dan kenangan Suciwati tapi juga hidup dalam hati setiap orang yang mencintai keadilan dan kebenaran di Indonesia ini.

Maka pantas bila acara dengan hastag #10TahunMunir di Omah Munir, Kedai Tempo, Utan Kayu, Jakarta Timur, Selasa (2/9) bertuliskan “Munir Ada dan Berlipat Ganda.” (Lutfi/Yudhi)

Munir Ada dan Berlipat Ganda

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Scroll To Top