Saturday , December 7 2019
Breaking News
Syiah antara Fitnah dan Fakta: Syiah Punya Alquran Berbeda?

Syiah antara Fitnah dan Fakta: Syiah Punya Alquran Berbeda?

Kaum Syiah dituduh meyakini bahwa Alquran yang asli sebenarnya terdiri dari 17.000 ayat, bukannya 6.236 ayat. Tuduhan ini termasuk yang paling sering digampaikan secara berulang-ulang dalam berbagai forum. Bahkan, tuduhan ini pula yang menjadi salah satu poin pertimbangan hingga turunnya fatwa sesat atas Syiah yang dikeluarkan MUI Jawa Timur tahun 2012 lalu.

Sebelumnya Syiah antara Fitnah dan Fakta: Syahadat Syiah Beda?

Setiap tuduhan bahwa Syiah memiliki Alquran berbeda ini dipastikan didasarkan kepada argumen bahwa keyakinan itu. tertera di kitab Ushul AI-Kafi, karya Muhammad bin Ya’qub Al-Kulaini. Konon, ini adalah kitab hadis paling otoritatif di kalangan Syiah yang kedudukannya seperti Shahih Bukhari di kalangan Sunni. Benarkah seperti itu?

Mengenal Sistem Hadis dalam Syiah

Pertama, memang harus diakui bahwa ada sejumlah riwayat tentang ”Alquran yang berbeda” yang terdapat‘ di dalam kitab Ushul Al-Kafi. Juga benar bahwa kitab tersebut termasuk salah satu rujukan utama kelompok Syiah. Hanya saja, dalam tradisi keilmuan kelompok Syiah, tidak ada yang dipandang “kitab hadis yang shahih.” Apa itu kitab shahih? Kitab hadis shahih adalah kitab hadis yang seluruh isinya adalah hadis yang otentik, bukan hadis palsu. Sebaliknya, kaum Sunni meyakini ada kitab yang 100% sahih, yaitu, Kitab Shahih Bukhari dan Shahih Muslim.

Dari seluruh kitab hadis Syiah, termasuk kitab Ushul Al-Kafi ini, tidak satu pun yang dinyatakan oleh kaum Syiah sebagai kitab shahih. Artinya, bagi kaum Syiah, semua Kitab, kecuali Alquran, sangat terbuka untuk dikritisi. Dan ternyata, hasil penelitian dari Sayyid Ali Al-Milani menyatakan bahwa dari seluruh hadis-hadis pada kitab Ushul Al-Kafi, lebih dari setengahnya (lebih dari 9.000) adalah hadis dha’if (lemah) dan tidak bisa dipercaya. Termasuk hadis yang Iemah itu adalah yang terkait dengan adanya perbedaan ayat-ayat Alquran itu.

Baca Pernyataan Para Ulama Mazhab Ahlulbait yang Muktabar tentang Tahrif (perubahan) Alquran

Jadi, bagi kaum Syiah sendiri, hadis-hadis tentang adanya distorsi dalam Alquran itu lemah dan tidak bisa dipercaya. Artinya, keyakinan orang Syiah tentang Alquran sama dengan keyakinan orang Sunni.

Beberapa Fakta Menarik

Ada beberapa fakta lainnya sebagai bukti tak terbantahkan yang menunjukkan bahwa Alquran Sunni sama persis dengan Alquran Syiah. Pertama, semua Alquran yang dicetak, beredar, dan digunakan di kawasan Syiah manapun (Iran, lrak, Lebanon, Bahrain, dan Suriah) sama persis dengan Alquran yang dicetak dan beredar di Indonesia, Malaysia, Mesir, Arab Saudi dan di manapun di dunia ini.

Dalam kunjungan ke Iran bulan Februari 20i4, KH Luthfi Hakim, MA (pimpinan Pesantren Ziyadatul Mubtadi’ien) berkesempatan mengunjungi pabrik percetakan Alquran terbesar di Qum. Beliau dengan teliti menyimak lembar demi lembar Alquran di sana. Di akhir kunjungan, beliau sembari tersenyum berkata, “Iya, tidak ada bedanya.”

Sedemikian jelasnya fakta empiris ini, sampai-sampai tuduhan perbedaan Alquran ini beberapa kali menjadi bahan guyonan. Almarhum Nurcholish Madjid, misalnya pernah mengatakan bahwa Alquran Syiah memang “beda” dengan Sunni. Buktinya, Alquran cetakan Iran umumnya indah dan luks. Sementara, Alquran cetakan Indonesia banyak yang dicetak di kertas yang agak kasar dan berwarna kekuningan.

Fakta kedua, kaum Syiah banyak memiliki mufassir (ahli tafsir) terkenal. Allamah Thabathabai adalah di antara mufasir kontemporer Syiah yang sangat dikenal di kalangan penstudi Islam. Lebih dari 120 ulama Syiah yang menulis tafsir lengkap Alquran, dan tak ada satu pun kitab tafsir mereka itu yang berbeda isi ayat-ayat Alqurannya dengan kitab-kitab tafsir yang ditulis oleh ulama Sunni. Telah sekian banyak pula beredar . kitab-kitab karya ulama Syiah tentang Ulumul Quran, dan tak ada satu pun yang menyatakan adanya perbedaan isi Alquran.

Fakta ketiga, setelah kemenangan revolusi Islam dan tegaknya pemerintahan Islam di Iran, digalakkan penghapalan Alquran, sehingga banyak bermunculan para penghapal Alquran, dari mulai usia anak-anak, hingga dewasa, dan mereka itu selalu mengikuti lomba hapalan, bacaan, dan tafsir Alquran di berbagai negara Islam. Sehingga telah terbukti pula bahwa yang mereka hapal itu adalah Alquran 30 juz yang sama sekali tidak berbeda dengan Alquran mana pun.

Contoh teraktual untuk fakta ini adalah kemenangan yang diraih oleh Mahmoud Nouruzi, hafiz dari Iran, dalam-MTQ Internasional III Indonesia yang ,dilaksanakan pada tanggal 3O Agustus sampai 3 September 2015. Pada perlombaan yang diikuti oleh 21 negara Muslim dunia itu, Nouruzi berhasil menyabet gelar juara pertama untuk kategori hifzhul-Quran.

Kemudian, fakta lainnya, salah satu penghapal Alquran fenomenal asal Iran yang bernama Muhammad Husein Tabatabai adalah seorang anak ulama Syiah yang bernama Seyed Mahdi Tabatabai. Ayah dan anak ini sama-sama penghapal Quran. Sang anak berhasil menghapal 30 juz Alquran pada usia 5 tahun. Dia pun mendapatkan gelar doktor honoris causa dari Hejaz College, London, di usia 7 tahun (pada tahun 1997). Faktanya, yang dia hapalkan adalah Alquran yang sama.

Fenomena hafiz cilik Husein Tabatabai ini menginspirasi ribuan anak-anak kecil Iran untuk mengikuti jejaknya. Sampai sekarang, jumlah penghapal Alquran usia anak-anak di Iran termasuk yang tertinggi di dunia. Sekali lagi, ayat-ayaf yang mereka hapal adalah ayat-ayat Alquran yang sama dan ini teruji dalam berbagai lomba hapalan Alquran internasional.

Dikisahkan oleh seseorang, ada ulama Malaysia hadir pada Konferensi Persatuan umat Islam yang berlangsung di Teheran tahun 1998. Di konferensi itu dihadirkan seorang bocah perempuan berusia sembilan tahun penghapal Alquran. Di depan para ulama, anak itu mendemonstrasikan hapalan Alquran yang sangat menakjubkan. Setelah menyaksikan peristiwa itu, sang tamu berkata, “Kira orang Sunni sibuk menuduh orang Syiah memiliki Alquran yang beda. Sedangkan mereka orang Syiah, sibuk menghapalkannya.”

Dikutip dari buku Syiah antara Fitnah dan Fakta oleh Tim Kajian IKMAL

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Scroll To Top