Tuesday , October 22 2019
Breaking News
Syiah Bagian Dari Islam

Syiah Bagian Dari Islam

Slogan “Syiah Bukan Islam”, akhir-akhir ini marak dikampanyekan oleh sejumlah orang, baik melalui spanduk, artikel di internet maupun dalam sejumlah tablig akbar dengan tema khusus slogan tersebut, yang hampir tiap minggu kita dapati di seluruh pelosok negeri ini.

Namun, slogan “Syiah Bukan Islam” hari ini dimentahkan oleh Grand Syekh Al-Azhar, Prof. Dr. Syekh Ahmad Muhammad Ahmad Ath-Thayyeb yang menilai bahwa tidak ada masalah prinsip yang menyebabkan kaum Syiah keluar dari Islam.

Hal tersebut dia lontarkan dalam pertemuan dengan tokoh ulama, Cendekiawan Muslim dan juga dihadiri Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin di kantor Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat di Jakarta (22/2), seperti yang diunggah di laman website www.kemenag.go.id.

Syekh Ath-thayyeb juga menegaskan bahwa “Sunni dan Syiah bersaudara”, banyak ajaran dalam Syiah yang memiliki kedekatan dengan ajaran di dalam Sunni. Sementara, menurutnya perbedaan antara Sunni dan Syiah hanya terletak dalam pandangan terkait Imamah.

“Syiah mengatakan Imamiah bagian dari Ushuluddin, kita mengatakan sebagian masalah furu’, tegasnya. “Kalau kita membaca kitab-kitab Syiah yang lama, mereka secara umum menghormati para sahabat,” tambahnya.

Penjelasan Syekh Ath-Thayyeb tersebut sebagai jawaban atas pertanyaan dari Dirjen Bimas Islam Machasin, terkait permasalahan Sunni dan Syiah.

Bagi salah satu Imam Besar masjid Al-Azhar, Mesir dan juga Syaikh Besar Al-Azhar di Daarul Ifta ini, Islam memiliki definisi yang sudah jelas. Yaitu bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah dan Nabi Muhammad utusan Allah, menegakkan Shalat, berpuasa, berzakat dan beribadah Haji bila mampu.

“Mereka yang melaksanakan lima pokok ini berarti Muslim. Kecuali mereka yang mendustakan,” tegasnya.

Maka dengan penjelasan dari Pemimpin Tertinggi Al-Azhar ini, sesungguhnya tidak ada alasan lagi untuk mempertentangkan antara Sunni dan Syiah, apalagi membuat dan menyebarkan slogan “Syiah Bukan Islam” yang jelas-jelas dibantah oleh Pemimpin Tertinggi pusat keilmuan Ahlusunnah Waljamaah di dunia, yaitu Universitas Al-Azhar, Kairo, Mesir. (Sumber : Kemenag)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Scroll To Top