Friday , November 22 2019
Breaking News
Tantangan dan Peluang Media Sosial di Indonesia

Tantangan dan Peluang Media Sosial di Indonesia

Pengamat Media SosialZaman internet telah membuat media sosial (medsos) seperti Twitter, Facebook, BBM, dan sejenisnya menjadi primadona masyarakat Indonesia. Medsos menjadi lahan alternatif masyarakat  dalam banyak hal, mulai dari mendapatkan informasi, hingga berbisnis. 

Patra Simatupang, Produser Pelatihan Perhimpunan Pengembangan Media Nusantara (PPMN), dalam webseminar di hotel Mercure Jakarta Sabang, menyebutkan meski masih memiliki banyak potensi, memanfaatkan internet masih memiliki banyak tantangan. 

“Selain masalah infrastruktur seperti jaringan yang lelet, masalah ‘sadar data’ juga banyak,”ujar Patra. “Data memang mudah didapat di internet tapi kita gak tahu mana yang bisa dipercaya.”

Dari Informasi Ke Aksi
 
Menurut pembicara seminar, Enda Nasution, dengan pengguna media sosial terbanyak keempat sedunia tahun 2014, meski dengan segala keterbatasan infrastruktur, potensi pemanfaatan medsos di Indonesia amat besar.

“Dalam penelitian, orang Indonesia itu gemar menggunakan medsos,” terang Enda. “Jakarta itu teraktif di dunia. Juga Bandung. Jauh dibanding kota-kota besar di luar negeri seperti New York atau Singapura.”

Menurut Enda, maraknya medsos di masyarakat Indonesia sebagai media penyebar informasi sebenarnya intinya bukan pada informasinya, tapi pada interaksi penggunanya. 

“Dengan informasi yang didapat, jadi bahan pembicaraan dengan orang lain. Bukan informasinya yang primer, tapi sebagai bahan interaksi dengan yang lain,”ujar Enda.

Saling bagi informasi dan interaksi inilah, yang ujung akhirnya adalah mengajak pemakai medsos untuk melakukan aksi. “Dari sini leading ke action. Meski belum maksimal, tapi sudah mulai. Yang paling mudah ya aksinya belanja online atau fundrising satu kegiatan atau gerakan tertentu.”
 
Itulah yang menurut Enda bisa dijadikan peluang. “Saat ini pemakai medsos masih 30%, ini masih sedikit. Di negara maju pemakainya setidaknya 50% sehingga bisa mendorong roda perekonomian,” lanjut Enda. “Kita memprediksi tahun 2018, 50% pemakai di Indonesia. 

“Tapi meski ada peluang ekonominya, juga ada risiko yang harus dicegah, yaitu timbulnya konflik karena medsos,”ingat Enda. (Muhammad/Yudhi)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Scroll To Top