Monday , November 18 2019
Breaking News
Tegar Hadapi Bencana Alam Bermodal Kearifan Lokal

Tegar Hadapi Bencana Alam Bermodal Kearifan Lokal

Alam tak hanya memberi kehidupan kepada manusia. Bencana alam yang tak jarang menelan banyak korban juga merupakan keniscayaan alam yang pasti. Namun dengan pemahaman dan penyikapan yang tepat, fenomena alam ini bisa kita hadapi.

Dalam konferensi pers Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Jakarta (31/10), Humas BNPB, Sutopo Purwo Nurogo memperkirakan status Sinabung akan tetap Siaga sampai lima tahun ke depan. Hingga saat ini lebih dari 10 ribu warga kehilangan tempat tinggal dan menjadi pengungsi.

“Aktivitas gunung Sinabung yang berkepanjangan ini adalah karakteristik gunung berapi yang sudah vakum,” terang Sutopo. “Gunung Sinabung kan terakhir aktif 12.000 tahun lalu.”

Modal Kearifan Lokal

Sutopo mengakui bahwa dibandingkan Jepang misalnya, kesadaran masyarakat akan penanggulangan bencana di Indonesia masih sangat minim.

Dalam penanganan bencana, selain peran pemerintah pusat dan pemerintah daerah, peran kearifan lokal, menurut Sutopo jauh lebih efektif dalam penanganan bencana ini. “Pemerintah pusat dan daerah tentu punya kewajiban membantu, tetapi sebetulnya yang paling berperan dalam penanganan bencana itu justru warga dengan kearifan lokalnya,” ujar Sutopo.

Sutopo menyontohkan bagaimana ketika bencana letusan gunung Merapi, warga tidak kaget. Selain karena sudah terbiasa, ini karena dalam pandangan kearifan lokal warga sekitar Merapi, meletusnya Merapi bukanlah bencana, tetapi salah satu siklus alam yang justru membawa berkah.

Di Sinabung sendiri, meski warga masih kurang tanggap karena baru setelah 12.000 tahun gunung Sinabung aktif, warga memiliki modal kearifan lokal berupa kekerabatan yang erat, semangat juang dan kerja keras, serta tokoh-tokoh adat yang bijak sekaligus menjadi panutan masyarakat. (Muhammad/Yudhi)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Scroll To Top