Saturday , October 19 2019
Breaking News
Teladan Damai MUI Yogyakarta

Teladan Damai MUI Yogyakarta

Di tengah meningkatnya aksi-aksi kekerasan mengatasnamakan agama di sejumlah wilayah di Indonesia, Daerah Istimewa Yogyakarta justru sigap mengambil langkah antisipasi agar aksi intoleransi dan kekerasan serupa tak juga terjadi di kota Pelajar tersebut.

Langkah dan kebijakan yang patut diikuti kota-kota lain di Indonesia itu adalah buah proses panjang silaturahmi, diskusi dan mediasi MAKARYO dan MUI Yogyakarta.

Masyarakat Anti Kekerasan Yogyakarta (MAKARYO) memulai upaya silaturahmi ke MUI DIY pada tanggal 17 Januari 2014. Kunjungan yang diterima langsung Ketua MUI DIY Drs. H.M. Thoha Abdurrahman dan Sekretaris MUI DIY Drs. H.A.M. Kamaludiningrat itu dimaksudkan MAKARYO untuk meminta MUI DIY agar tidak mengikuti langkah MUI Jatim mengeluarkan pernyataan apalagi fatwa yang berpeluang memberi ruang bagi kelompok intoleran untuk melakukan tindakan kekerasan terhadap kelompok lain atas nama agama atau perbedaan mazhab. Permintaan MAKARYO ditanggapi sangat positif oleh pihak MUI DIY kala itu dengan janji akan segera ditindaklanjuti.

Selang tiga minggu kemudian, ternyata MUI DIY benar-benar mengabulkan permohonan itu dengan mengeluarkan surat edaran nomor B-269/MUI/DIY/II/2014 kepada seluruh ormas Islam di DIY. Surat edaran itu berisi himbauan agar masyarakat, terutama umat Islam senantiasa mengedepankan dialog dalam menyelesaikan setiap masalah dan menjalankan inti dari ajaran agama yaitu prinsip anti-kekerasan.

Dengan terbitnya surat edaran resmi MUI DIY itu, masyarakat Yogyakarta tidak diperkenankan untuk saling merendahkan, saling mengejek, memberikan nama-nama yang tidak baik, saling menyalahkan atau saling mencari kesalahan, berprasangka buruk dan saling menggunjing atau membicarakan kesalahan orang lain.

Langkah antisipasi dan kebijakan MUI DIY dalam meredam aksi intoleransi dan kekerasan atas nama agama ini patut diapresiasi dan selayaknya menjadi contoh bagi MUI daerah lain di seluruh Indonesia. Apalagi sebagai ormas beranggotakan para ulama, MUI memiliki posisi terhormat dan sangat strategis, dan sudah selayaknya menjadi pelopor dan teladan positif dalam menciptakan suasana damai di tengah masyarakat Indonesia. (Wiwin R-Lutfi/Yudhi)

Berikut ini surat edaran resmi MUI DIY yang kami terima dari salah seorang aktivis MAKARYO, Wiwin Rohmawati via email beberapa waktu yang lalu:

  

One comment

  1. himbauan terlalu umum tdk menyentuh ke inti masalah ( menyesatkan/mangkafirkan mazhab lain )

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Scroll To Top