Sunday , June 7 2020
Breaking News
Tiga Tantangan Islam Nusantara

Tiga Tantangan Islam Nusantara

Diskusi tentang Islam Nusantara yang menjadi tema dalam Muktamar NU ke-33 di Jombang, Jawa Timur beberapa bulan lalu ternyata terus mengelinding walaupun Muktamar NU sendiri telah rampung dilaksanakan.

Tak terhitung beberapa diskusi masih kerap dilaksanakan untuk membahas tema Islam Nusantara baik dari kalangan NU maupun di luar NU. Seperti yang dilakukan oleh Majelis Reboan Islam Nusantara, Rabu (7/10) di kawasan Senen, Jakarta Pusat.

Dalam kesempatan itu, intelektual sekaligus aktivis Danny Januar Ali atau sering dipanggil Denny JA mengatakan bahwa konsep Islam Nusantara akan dapat membawa Islam ke dunia modern dan hal tersebut akan lahir di Indonesia.

“Itu adalah mimpi kita,” tegas Denny JA.

Tapi kalau itu mimpinya, lanjut Denny, dan ingin diteruskan, maka ada tiga tantangan Islam Nusantara yang harus dihadapi.

Masalah pertama berada pada tingkat gagasan, yaitu sampai sejauh mana konsep Islam Nusantara ini yang dibuat begitu moderatnya akan menjangkau berbagai permasalahan yang dihadapi masyarakat saat ini dan bagaiamana memilih racikan yang pas untuk konsep Islam Nusantara.

Problem kedua adalah siapa yang akan menjadi pelaksana bagi konsep Islam Nusantara ini? Sebab tentu saja pencetus gagasan Islam Nusantara ini tidak ingin gagasannya berhenti hanya sebatas wacana.

Maka konsep Islam Nusantara bila ingin tumbuh menjadi suatu gerakan tentu membutuhkan organisasi yang menyebarkan itu,

Problem ke tiga adalah seberapa punya kita dana untuk mendukung ini, sebab tanpa dana yang mencukupi konsep atau gagasan Islam Nusantara ini hanya akan berhenti sampai tatanan wacana tanpa ada implementasi yang jelas dalam kehidupan masyarakat Indonesia.

Sebuah konsep tentu membutuhkan tahapan langkah praktis untuk diterapkan, begitupun dengan konsep Islam Nusantara. Agar Islam Nusantara tidak hanya hidup dalam angan-angan tapi juga tumbuh dan berkembang dalam tatanan sosial umat Islam Indonesia.

“Maka harus ada orientasi praktis yang harus kita kerjakan dan kita berangkat dari apa yang bisa kita lakukan”, pungkas Denny JA. (Lutfi/Yudhi)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Scroll To Top