Friday , March 22 2019
Breaking News
Tokoh Indonesia yang Masuk ke Dalam 500 Muslim Paling Berpengaruh di Dunia 2019

Tokoh Indonesia yang Masuk ke Dalam 500 Muslim Paling Berpengaruh di Dunia 2019

Pada bulan Oktober 2018 ini, situs The Muslim 500 | The World’s Most Influential Muslims kembali merilis 500 Muslim paling berpengaruh di dunia edisi 2019. Di dalamnya, tentu saja, seperti edisi-edisi sebelumnya terdapat tokoh Muslim yang berasal dari Indonesia.

Situs The Muslim 500 dikelola oleh The Royal Islamic Strategic Studies Centre(MABDA المركز الملكي للبحوث والدراسات الإسلامية), sebuah lembaga penelitian independen yang berafiliasi dengan Royal Aal al-Bayt Institute for Islamic Thought, sebuah LSM internasional non-pemerintah asal Amman, Yordania.

The Muslim 500 pertama kali dirilis pada 16 Januari 2009, semenjak itu, edisi tahunan selanjutnya selalu ditunggu-tunggu oleh khalayak Muslim sedunia sampai hari ini. Berbagai macam proyek terkait dunia Muslim yang digarap oleh Royal Aal al-Bayt Institute for Islamic Thought selain The Muslim 500, di antaranya adalah World Interfaith Harmony Week, Free Islamic Calligraphy, dan yang paling terkenal adalah The Amman Messagesebuah ajang pertemuan ulama-ulama Islam terkemuka di dunia untuk menentukan mana yang termasuk Islam dan mana yang bukan, dan tindakan mana yang termasuk ajaran Islam dan mana yang bukan.

Pada edisi 2019 ini, terdapat 21 orang asal Indonesia yang masuk ke dalam 500 Muslim paling berpengaruh di dunia. Situs The Muslim 500 membaginya ke dalam dua kelompok besar, yaitu 50 Muslim dengan peringkat pengaruh tertinggi (The Top 50) dan 450 Muslim berpengaruh lainnya dengan peringkat yang tidak disebutkan (The 450 List).

Untuk The Top 50, terdapat tiga orang asal Indonesia yang termasuk di dalamnya. Mereka yaitu Presiden Joko Widodo pada peringkat ke-16, KH Said Aqil Siradj pada peringkat ke-20, dan Habib Luthfi bin Yahya pada peringkat ke-37.

Sementara itu, pada The 450 List, pembagiannya dibagi berdasarkan 13 kategori, yaitu: Ulama, Politik, Administrasi Keagamaan, Pendakwah dan Pembimbing Spiritual, Kedermawanan/Amal dan Pembangunan, Isu Sosial, Bisnis, Ilmu Pengetahuan dan Teknologi, Seni dan Budaya, Pembaca Al-Quran, Media, Selebriti dan Bintang Olahraga, dan Ekstremis.

Jangan terkejut apabila dalam kategori tersebut anda menemukan kategori ekstremis, sebab dalam buku (format PDF) yang diterbitkan oleh The Muslim 500, dijelaskan bahwa mereka tidak membatasi pengaruh tersebut, apakah itu baik ataupun buruk. Jadi, selama orang yang bersangkutan berpengaruh, maka dia akan dimasukkan ke dalamnya.

Berikut ini adalah 18 orang Indonesia yang masuk ke dalam The 450 List (urutannya mengikuti sesuai dengan yang diterbitkan oleh The Muslim 500):

  • Haidar Bagir, dalam kategori Kedermawanan/Amal dan Pembangunan.
  • Abu Bakar Bashir, dalam kategori Ekstremis.
  • Achmad Mustofa Bisri, dalam kategori Ulama
  • Abdullah Gymnastiar atau Aa Gym, dalam kategori Pendakwah dan Pembimbing Spiritual
  • Sri Mulyani Indrawati, dalam kategori Bisnis
  • Ahmad Syafii Maarif, dalam kategori Ulama
  • Anis Matta, dalam kategori Politik
  • Goenawan Mohammad, dalam kategori Media
  • Tri Mumpuni, dalam kategori Ilmu Pengetahuan dan Teknologi
  • Asma Nadia, dalam kategori Seni dan Budaya
  • Haedar Nasir, dalam kategori Administrasi Keagamaan
  • Helvy Tiana Rosa, dalam kategori Seni dan Budaya
  • Quraish Shihab, dalam kategori Pendakwah dan Pembimbing Spiritual
  • Yahya Cholil Staquf, dalam kategori Administrasi Keagamaan (baru masuk pada edisi 2019)
  • Prabowo Subianto, dalam kategori Politik
  • Megawati Soekarnoputri, dalam kategori Politik
  • Din Syamsuddin, dalam kategori Ulama
  • Maria Ulfah, dalam kategori Pembaca Al-Quran

Khusus pada edisi 2019, The Muslim 500 juga merilis 100 orang berpengaruh dalam 10 tahun terakhir yang dihitung secara akumulatif (The Top 100 Cumulative Influence Over Ten Years), mereka yang berasal dari Indonesia adalah:

  • Said Aqil Siradj, pada peringkat ke-17
  • Joko Widodo, pada peringkat ke-30
  • Susilo Bambang Yudhoyono, pada peringkat ke-36
  • Din Syamsuddin, pada peringkat ke-37
  • Habib Luthfi bin Yahya, pada peringkat ke-57
  • Hasyim Muzadi, pada peringkat ke-78

(islamindonesia)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Scroll To Top