Monday , November 18 2019
Breaking News
Tokoh Muda NU Apresiasi Buku Syiah Menurut Syiah yang Ditulis Tim Penulis Ormas ABI

Tokoh Muda NU Apresiasi Buku Syiah Menurut Syiah yang Ditulis Tim Penulis Ormas ABI

Semarang – Zuhairi Misrawi, tokoh muda NU yang juga seorang pengamat Timur Tengah baru-baru ini menulis dalam akun Instagramnya (@zuhairimisrawi) tentang apresiasinya atas diterbitkannya buku Syiah Menurut Syiah yang ditulis oleh Tim Penulis Ahlulbait Indonesia sebagai bantahan atas buku yang mengatasnamakan MUI dengan judul Mengenal dan Mewaspadai Kesesatan Syiah.

Buku Syiah Menurut Syiah sebenarnya sudah lama diluncurkan oleh ABI pada tahun 2014 silam, banyak kalangan mengapresiasi kehadiran buku ini, di antaranya oleh Menteri Agama Republik Indonesia, Lukman Hakim Saifuddin. Bahkan, Lukman Hakim bersedia menyempatkan diri untuk memberikan pandangannya mengenai buku ini, yang kemudian tertuang menjadi sambutan atau pengantar dalam buku tersebut. Menag menilai, perbedaan pandangan di kalangan umat Islam adalah suatu hal yang wajar dan harus disikapi secara adil, bukan saling menyalahkan namun justru saling melengkapi khazanah pengetahuan tentang Islam dan keindonesiaan yang mengusung Bhinneka Tunggal Ika, sekaligus menguatkan tali persatuan dan persaudaraan melalui perbedaan-perbedaan itu.

Zuhairi menulis, “Pertama-tama, saya mengucapkan terima kasih kepada Tim Ahlulbait Indonesia yang telah menulis dan menerbitkan buku yang sangat baik ini. Buku ini sebagai jawaban atas buku MENGENAL DAN MEWASPADAI KESESATAN SYIAH DI INDONESIA, yang diterbitkan oleh Tim MUI, karena ada logo MUI, yang konon dibedah di berbagai daerah, bahkan di berbagai instansi pemerintah daerah. Saya secara pribadi sudah tidak simpati pada buku yang ditulis oleh Tim MUI tersebut karena isinya lebih pada narasi politik daripada narasi akademis, karena di dalamnya tidak menggunakan perspektif akademis yang komparatif dengan argumen yang kokoh.”

Baca Zuhairi Misrawi: Kesamaan Tradisi Satukan NU dan Syiah

Buku SYIAH MENURUT SYIAH ini menjawab berbagai tuduhan sesat terhadap Syiah dengan argumen yang kuat. Secara garis besar, Syiah selalu berpegang pada Alquran sebagai sumber primer dalam menentukan kebenaran dan  kebajikan. Jika terdapat pertentangan antara riwayat hadis dengan Alquran, maka Syiah merujuk pada Alquran sebagai sumber utama, tambahnya.

Syiah, menurut alumni al-Azhar Kairo, adalah salah satu golongan atau mazhab yang dalam sejarah Islam yang paling mendapatkan fltnah dan hoaks. Contoh hoaks yang paling tragis dalam sejarah dan khazanah Islam adalah hoaks tentang Syiah. Karenanya, Tim Ahlulbait Indonesia menulis jawaban dalam bentuk buku. Seluruh tuduhan, fitnah dan hoaks yang ditujukan kepada Syiah dijawab dengan tuntas dan mendalam. Saya belajar pada kesabaran dan kearifan teman-teman Syiah yang kerap disesatkan dan dikafirkan, tapi mereka masih menggunakan akal sehat dan hati nurani untuk memberikan penjelasan yang mendalam.

Baca Resensi Buku: Syiah Menurut Syiah

Penulis geopolitik Timur Tengah mingguan di detik.com ini mengakhiri tulisannya dengan harapan terjadinya dialog antara MUI dan komunitas Muslim Syiah untuk menemukan  titik temu denga dialog yang sifatnya akademis. “Setahu saya, hingga saat ini belum ada respons dan jawaban dari Tim MUI terhadap buku SYIAH MENURUT SYIAH ini. Saya menunggu-nunggu respons mereka. Jika tidak ada jawaban, maka sebaiknya Tim MUI harus memulai dialog akademis yang terbuka sebagai jalan mencari titik-temu antar mazhab. Negeri ini mempunyai kesempatan sebagai teladan bagi dunia, bahwa Sunni-Syiah pada hakikatnya bersaudara. Seperti ungkapan Grand Syaikh al-Azhar, Prof. Ahmed Tayyib, bahwa Sunni dan Syiah ibarat dua sayap yang harus beriringan.”

Baca Grand Syekh Al-Azhar Minta Jangan Memperuncing Perbedaan Mazhab

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Scroll To Top