Friday , September 20 2019
Breaking News
Ulil: Takfirisme Tanda Tak Paham Tauhid

Ulil: Takfirisme Tanda Tak Paham Tauhid

Dalam diskusi buku “Semesta Cinta, Memahami Konsep Islam Cinta Ibnu Arabi” karya Dr. Haidar Bagir di kampus Paramadina, SCBD Jakarta, Jumat (20/11) cendekiawan Islam, Ulil Abshar Abdalla, yang juga hadir dalam diskusi ini menyatakan sangat mengapresiasi pemikiran Ibnu Arabi.

“Menurut saya, Ibnu Arabi adalah tokoh yang penting untuk kita angkat kembali pada umat Islam sekarang ini,” ujar Ulil.

Menurut Ulil, salah satu kelebihan Ibnu Arabi adalah pemikirannya mampu menjadi solusi dari posisi biner di antara cendekiawan Islam. 

“Antara mazhab kita lihat saling bertengkar sampe serius sekali, tapi  Ibnu Arabi mampu mengatasi pola posisi biner di kalangan cendekiawan Islam ini dengan pandangan tauhidnya, ia mampu membuat sintesis dalam polarisasi pemikiran Islam,” tambah Ulil.

“Ibnu Arabi mampu mensintesiskan pandangan yang seolah-olah terlihat kontradiktif. Bahwa Tuhan itu bagaikan pendulum, Ia Zahir sekaligus Bathin, Awal sekaligus Akhir, Rahmat sekaligus Marah, Tanzih dan juga Tasbih-Nya. Dalam paradigma cinta, oposisi biner lebur menjadi satu.” 

Tidak Paham Tauhid

Ulil mengajak agar umat Islam yang saat ini banyak didera oleh paradigma kebencian dan takfirisme kembali mempelajari pemikiran Ibnu Arabi yang berspiritkan cinta.

“Saya percaya jalan Ibnu Arabi merupakan ajaran Islam yang paling esensial; kesatuan wujud. Bahwa dalam dunia ini yang riil hanya Tuhan, alam ini palsu. Ini adalah ajaran tauhid dalam pengertian yang sebenar-benarnya.”

Ulil menyebutkan pemahaman tauhid yang benar seperti inilah yang akan melahirkan cara pandang cinta, toleran dan rahmatan lil ‘alamin. 

Terkait pandangan kelompok radikal dan ekstrem yang sering mengaku sebagai penganut tauhid yang murni, tapi malah mudah mengkafirkan selainnya, bahkan membunuh selainnya, Ulil mengkritik keras.

“Mereka belum bertauhid,” sanggah Ulil. “Kalau tauhidnya benar pasti ideologinya bukan kebencian pada selainnya. Pasti tidak mencintai berlebihan (fanatis pada) kelompoknya sendiri dan mudah mengkafirkan selainnya. Itu bentuk ego, ego kelompok itu kan ego yang diperbesar. Tauhid yang benar melampaui semangat ashabiyah, melampaui ego kelompok.” 

Menurut Ulil, fakta bahwa masih banyak umat Islam yang sibuk bertengkar satu sama lainnya menunjukkan bahwa banyak umat Islam tidak bertauhid dengan benar.

“Fakta bahwa umat Islam masih suka bertengkar masing-masing adalah fakta mereka kurang paham tauhid. Seperti kebencian pada Sunni-Syiah itu akibat mereka tidak paham bener soal tauhid ini,” kritik Ulil. (Muhammad/Yudhi)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Scroll To Top