Monday , November 18 2019
Breaking News
Ummu Wahb, Wanita Pertama Syahid Karbala

Ummu Wahb, Wanita Pertama Syahid Karbala

Ummu Wahb binti ‘Abd adalah istri Abdullah bin Umair Kalbi dan termasuk syuhada Karbala. Ummu Wahb adalah perempuan yang pada peristiwa Karbala datang bersama suaminya ke Karbala dari Kufah di malam hari dan bergabung dengan para pembela Imam Husain As. Pada hari Asyura ketika suami Ummu Wahb maju ke medan laga ia juga hendak maju, tapi Imam Husain As tidak mengizinkannya. Ketika suaminya gugur syahid dan dia sedang sibuk membersihkan darah dari wajah suaminya, Rustam budak Syimr bin Dzil Jausyan membunuhnya. Ia punya andil pula dalam mengutus putranya Wahb ke medan perang.

Ummu Wahb adalah putri ‘Abd dan dari keluarga Namr bin Qasith yang hidup di Kufah.[1] Suaminya Abdullah bin Umair dan anaknya Wahb bin Abdullah syahid di hari Asyura. Terkenalnya dia dengan julukan Ummu Wahb karena anaknya, Wahb.

Baca juga: Muslim bin Aqil bin Abi Thalib, Wakil Imam Husain di Kufah

Sebelum peristiwa Asyura, Ummu Wahb datang bersama suaminya ke Karbala dari Kufah dan bergabung dengan sahabat Imam Husain As.[2]

Pada hari Asyura ketika suaminya maju ke medan laga, ia mengambil kayu dan hendak maju juga ke medan tapi Imam Husain As tidak mengizinkannya seraya berkata: “Perempuan tidak wajib jihad”.[3]Setelah suaminya meneguk cawan syahadah ia menghampiri suaminya dan membersihkan darah wajahnya. Syimr mengirim budaknya kepadanya dan menghantam Ummu Wahb dengan sebatang besi hingga ia gugur sebagai syahid.[4]

Ummu Wahb punya peran dalam mengutus anaknya, Wahb ke medan perang. Anaknya maju ke medan, dan setelah beberapa saat berperang ia mundur ke belakang dan berkata kepada ibunya, Apakah Ibu rela? Ummu Wahb menjawab, “Aku akan rela disaat kamu syahid dalam barisan Imam Husain As”. Dia maju kembali ke medan dan berperang hingga syahid.[5] 

Source: wikishia

Catatan kaki

  1.  Thabari, Tarikh, jld.5, hlm.429
  2. Thabari, Tarikh, jld.5, hlm.429
  3. Ibnu Atsir, al-Kamil, jld.4, hlm.66; Thabari, jld.5, hlm.430
  4. Thabari, Tarikh, jld.5, hlm.438
  5. Ibnu A’tsam, al-Futuh, jld.5, 104

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Scroll To Top