Tuesday , November 19 2019
Breaking News
Ustaz Umar Shahab: Syiah Ali Pasti Nasionalis!

Ustaz Umar Shahab: Syiah Ali Pasti Nasionalis!

Ahlulbait as telah mengarahkan, memberi petunjuk dan mengajarkan kepada kita untuk mencintai bangsa dan negara, sehingga tertanam di dalam jiwa dan diri kita ketulusan untuk mencintai dan berbakti kepada ibu Pertiwi. Dengan mengikuti ajaran keluarga Rasul saw di dalam jiwa kita tertanam ajaran yang mendahulukan, mementingkan dan mengedepankan kemanusiaan. Sikap ini bukan pura-pura. bukan taqiyah, bukan untuk meraih keuntungan.

Baca: Nasionalisme Komunitas Syiah Indonesia

Ahlulbait as mengajarkan kita untuk menyebarkan kedamaian, keadilan, kesejahteraan dan cinta Tanah Air. Kita adalah Syiah Ali, orang yang setia kepada negaranya. Menjadi Syiah Ali berarti menjadi nasionalis yang setia dan sejati dengan sejujur-jujurnya. Di manapun Syiah Ali berada, ia akan berjuang untuk negerinya. Bagi Syiah Ali, perjuangan untuk bangsa dan negara merupakan kewajiban wilayah kepada keluarga Rasulullah saw.

Ketika kita mengucapkan “Labbaika, ya Rasulullah!” itu berarti kita menyatakan ikrar, janji akan mengikuti ajaran Rasulullah saw. Dan di antara ajaran Nabi kita adalah mencintai Al-Husain. Nabi dengan tegas bersabda, “Husain dariku, dan aku dari Husain.”

Imam Husain as berkorban di Karbala untuk menyelamatkan agama dan nilai-nilai kemanusiaan. Pengorbanan Imam Husain as telah mendorong umat manusia untuk terus berjuang menegakkan keadilan sosial bagi seluruh makhluk. Prinsip-prinsip itu ada dan tercantum dalam butir-butir Pancasila sebagai dasar negara Republik Indonesia.

Perjuangan dan pengorbanan AI-Husain sesungguhnya adalah perjuangan Rasulullah saw. Ketika Imam Husain berseru, “Siapakah yang siap menyahut panggilanku? Siapakah yang mau bergabung bersamaku?” Itu bukan sekadar membela secara fisik tapi juga membela nilai-nilai yang diperjuangkan Imam Husain.

Karena itu kita katakan, “Labbaika, ya Husain!” Jangan pernah ragu, takut dan sembunyi untuk menjadi Syiah Ali. Kita tidak diajarkan untuk berperang dan memerangi siapapun. Kita tidak diajarkan untuk berbuat aniaya dan zalim kepada siapapun. Dengan menjadi Syiah Ali, kita diajarkan cinta sesama manusia, berjuang untuk kemanusiaan, dan berbakti untuk negeri yang kita cintai ini, lndonesia.

Dikutip dari Majalah SYI’AR, Edisi IV: Maret 2019/1440 H

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Scroll To Top