Monday , August 19 2019
Breaking News
Wawancara: Ustaz Miqdad Turkan Mengenai Pertemuan Ulama Sufi Dunia di Pekalongan, Jawa Tengah

Wawancara: Ustaz Miqdad Turkan Mengenai Pertemuan Ulama Sufi Dunia di Pekalongan, Jawa Tengah

Konferensi Ulama Sufi Internasional selama tiga hari dari tanggal 8 sampai dengan 10 April 2019 yang diadakan di Pekalongan, Jawa Tengah saat ini sedang berlangsung. Forum Ahli Thoriqoh dunia yang diselenggarakan oleh Jamiyyah Ahlih Thoriqoh Al Mutabaroh an-Nahdiyyah (JATMAN) ini dihadiri 87 ulama sufi dari 36 negara dan 3500 peserta dari berbagai pelosok Nusantara.

Ustad Miqdad Turkan, salah satu anggota Dewan Syuro Ahlulbait Indonesia turut hadir dalam acara akbar ulama sufi itu. Acara di kota Batik itu mengangkat tema “Peran Tasawuf Untuk Kebahagiaan Umat Manusia dan Keselamatan Negara.”

Berikut wawancara Media ABI dengan tokoh asal Jepara ini:

Apa peran kehadiran Ustaz atas undangan sebagai tokoh Syiah atau Ormas ABI?
Undangan sebagai pribadi dan selaku tokoh Syiah di Jawa Tengah.

Alasannya apa Ustaz?
Karena kedekatan saya dengan pengurus dan tokoh JATMAN, mereka menganggap kita (Syiah) sebagai bagian umat Islam sehingga memiliki peran yang sama untuk terlibat dalam permasalahan umat Islam.

Kesan Ustaz dalam kehadiran Ulama Sufi dunia seperti apa?
Pertama, acara ini sangat bagus dan luar biasa. Karena yang hadir banyak tokoh sufi dunia, yang diundang juga berbagai aliran thoriqoh yang ada di Indonesia dan dunia.

Kedua, Forum ini sangat penting karena mengangkat tema nasionalisme dan peran thoriqoh dalam membangun kemanusiaan dan negara.

Ini yang perlu dipahamkan ke masyarakat, bahwa apapun aliran thoriqoh yang dianutnya namun harus memiliki kewajiban untuk membela negara. Karena Muslim sejati harus bangkit jika melihat ketidakadilan, memiliki jiwa muqowamah. Siap membela negara demi menjaga keutuhan NKRI.

Apa pesan Ustaz untuk pertemuan Sufi internasional ini?
Ini merupakan langkah yang sangat spektakuler. Indonesia dipercaya mengundang tokoh-tokoh sufi dari 36 negara. Ini langkah yang sangat baik, karena masing-masing tokoh berbicara bagaimana tokoh sufi seharusnya menjaga negaranya masing-masing. Membangun negara mereka dengan melawan radikalisme dan terorisme.

Kita juga berjumpa dengan tokoh-tokoh beda mazhab dan bisa saling rangkul dan menghormati. Para tamu merasa terhormat dan kita pun menghormati para tokoh yang hadir.

Harapan Ustaz untuk Indonesia dari pertemuan ini?
Berharap bahwa multaqo ulama sufi ini tidak sekedar untuk kepentingan dalam negeri semata, tapi harus benar-benar diimplementasikan dalam bernegara, berbangsa dan beragama.

Pertemuan para tokoh sufi ini bisa membangun masyarakat dalam membangun negara, membangun komunikasi antar sesama masyarakat meski beda agama, kepercayaan dan suku.

Di sisi lain pertemuan ini bagi saya sebagai tokoh Syiah, bisa menepis isu negatif yang berkembang soal Syiah. Kita sulit menghapus anggapan dan fitnah negatif soal Syiah di tengah masyarakat jika kita tidak terbuka dan bergaul di tengah masyarakat. (ABI/Muh)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Scroll To Top