Thursday , April 25 2019
Breaking News
Ali, Si Putra Ka’bah

Ali, Si Putra Ka’bah

Ahmad bin Hanbal (Imam Hambali) ketika ditanya tentang keutamaan seorang manusia agung tersebut, beliau menjawab…

“Saya katakan tentang seseorang yang keutamaan-keutamaannya disembunyikan oleh musuh-musuhnya karena kebencian dan kedengkian, dan juga disembunyikan oleh para pencintanya karena ketakutan dan kecemasan. Dia dituduh dengan berbagai aib, padahal keutamaan-keutamaanya memenuhi timur dan barat.”

Siapakah manusia agung yg dimaksud tersebut?

Salam atas wiladah Putra Ka’bah, pintu gerbang ilmu Nabi, Imam Ali bin Abi Thalib as pada tanggal 13 Rajab.

Diriwayatkan pada saat ibunda tercinta Imam Ali as, Sayyidah Fathimah binti Asad dalam keadaan hamil besar, beliau masih ikut bertawaf di sekitar Ka’bah. Karena keletihan yg dialaminya, lalu Fathimah duduk di depan pintu Ka’bah seraya memohon kepada Tuhan agar memberinya kekuatan.

Tiba-tiba tembok Ka’bah tersebut bergetar dan terbukalah dindingnya, seketika itu pula Fathimah binti Asad masuk kedalamnya dan terlahirlah di dalam Ka’bah seorang bayi mungil, yaitu Imam Ali as.

Lalu setelah Fathimah binti Asad melahirkan, beliau menggendong Imam Ali as dan keluar dari dinding Ka’bah yang terbuka tadi, dan setelah itu dinding Ka’bah tertutup kembali (bekas retakan dinding Ka’bah ini sampai saat ini masih ada, dan tidak bisa dihilangkan bekasnya sama sekali).

Dan yang pertama kali ditatap oleh Imam Ali as ketika membuka pertama kali mata beliau as adalah wajah Rasulullah saww ketika Rasulullah saww menggendong bayi Imam Ali as. Dari semenjak bayi, Imam Ali as diasuh oleh Rasulullah saww setelah meminta izin kepada paman beliau saww Sayyidina Abu Thalib ra, yg merupakan ayah kandung Imam Ali as.

Keagungan akhlak Imam Ali as sama dengan guru besarnya Nabi Muhammad saww, karena Imam Ali as diasuh semenjak bayi oleh Nabi saww.

Ketika bayi mungil Imam Ali as haus, Nabi saww memasukkan ibu jarinya yang suci itu ke mulut Imam Ali as dan Imam Ali as menikmatinya.

Begitu juga Nabi saww selalu menemani Imam Ali as kecil tidur bersama Nabi dan mendekapnya, hingga keringat Nabi yang harum dan suci selalu menempel di badan Imam Ali as kecil.

Imam Ali as kecil selalu menemani Nabi saww kemanapun Nabi saww pergi hingga diangkatnya Nabi saww sebagai Rasulullah saww. Ketika dakwah Rasulullah saww mendapatkan gangguan dari anak-anak Kafir Quraisy, Imam Ali as kecil lah yg menghadapi mereka dan berkelahi adu jotos dengan mereka.

Maka tidak berlebihan apabila disebutkan bahwa Rasulullah saww adalah anak “kandung” wahyu dan Imam Ali as adalah anak “tiri” wahyu, karena pada saat Nabi saww menerima wahyu, sering sekali Imam Ali as berada disisi Rasulullah saww, dan setiap wahyu yg diterima oleh Rasulullah saww apabila Imam Ali as tidak ada di sisi Rasulullah saww, maka Rasulullah saww selalu menyampaikan wahyu tersebut kepada Imam Ali as berserta takwil dan tanwirnya.

Masalah keberaniannya, tidak ada sahabat yg menandingi keberanian Imam Ali as, sebagaimana yg disabdakan oleh Rasulullah saww, “Tiada Pemuda Sehebat Ali.”

Imam Ali as adalah pahlawan Badar, karena separuh dari jumlah musuh yg mati, tewas diujung pedang Dzulfiqar Imam Ali as.

Imam Ali as adalah pahlawan Uhud, ketika banyak sahabat meninggalkan Nabi saww sendirian akibat pasukan muslimin mengalami pukulan balik dr musuh, maka Imam Ali as mendatangi Rasulullah saww yang telah dikepung dan diserang oleh musuh untuk menyelamatkan diri Nabi yg telah mengalami luka di wajah Nabi, dan menghalau serangan musuh tersebut.

Imam Ali as adalah pahlawan Khandak, ketika berani menghadapi tantangan pemuka Arab yang sangat ditakuti Amr bin Abdi Wud ketika sahabat yg lain tiada satu pun yg berani menerima tantangan Amr, dan Imam Ali as berhasil membunuh Amr dengan satu tebasan pedang hingga Amr terbelah menjadi dua.

Imam Ali as adalah pahlawan Khaibar ketika berhasil mendobrak benteng Khaibar yg sangat kuat milik pasukan Yahudi ketika semua sahabat tidak mampu mendobraknya, hingga pasukan muslimin berhasil masuk melewati benteng tersebut dan mengalahkan musuh.

Masalah keilmuan, tidak ada sahabat yg menandingi kepandaian Imam Ali as, sebagaimana yg disabdakan oleh Rasulullah saww, “Aku adalah kota ilmu dan Ali adalah Pintu Gerbang Ilmu.”

Masalah keshalehan, tidak ada sahabat yg menandingi keshalehan Imam Ali as, sebagaimana yg disabdakan oleh Rasulullah saww, “Jika kalian ingin tau ilmunya Adam, keshalehan Nuh, kesetiaan Ibrahim, keterpesonaan Musa, pelayanan dan kepantangan Isa, maka lihatlah kecermelangan wajah Ali.”

Salam atas Imam ketika Imam dilahirkan, disaat Imam menjemput kesyahidan dan disaat Imam dibangkitkan kelak.

Abdullah Ali Assegaf

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Scroll To Top