Friday , January 18 2019
Breaking News
Ziarah Arbain dengan Berjalan Kaki Najaf-Karbala

Ziarah Arbain dengan Berjalan Kaki Najaf-Karbala

Berikut ini adalah komentar dan kesan para peziarah Arbain untuk mengenang 40 hari Kesyahidan Imam Husein as, Cucu Rasulullah Saw. Mereka berjalan kaki dari kota Najaf menunju Karbala yang berjarak sekitar 82 km. Menurut mereka, kecintaan kepada Ahlul Bait as telah menghapus rasa letih selama berjalan kaki.

Setiap  tahun, jutaan umat Islam dari Irak dan berbagai negara Muslim lainnya berziarah ke makam Imam Husein as di Karbala, Irak terutama di Hari Arbain untuk mengenang 40 hari kesyahidan Cucunda Baginda Nabi Muhammad Saw ini.

Dalam sejarah disebutkan bahwa Jabir bin Abdullah al-Anshari dikenal sebagai peziarah pertama yang berjalan kaki dari Madinah menuju Karbala khusus untuk memperingati Hari Arbain di Haram Imam Husain as di Karbala Irak yang kemudian selama 1373 tahun tradisi tersebut dijaga dan diikuti oleh jutaan pecinta Imam Husein setiap tahunnya.

Selama bertahun-tahun, ulama dan para wali Allah SWT menekankan pentingnya dan besarnya keutamaan berziarah ke makam Imam Husain as pada Hari Arbain yang dilakukan dengan berjalan kaki dari arah Najaf ke Karbala.

Jabir bin Abdullah memulai tradisi ini dengan berziarah ke makam Imam Husain as pada tahun 61 H, tahun kesyahidan Imam Husain as. Aimmah Maksumin as menegaskan keutamaan ziarah tesebut dan bahkan tradisi ini berlangsung sepanjang pemerintahan Bani Umayyah dan Abbasiyah.

Dari sebagian catatan sejarah disebutkan bahwa dimasa Syaikh Anshari (wafat tahun 1281 H) berjalan kaki menuju Karbala adalah tradisi masyarakat yang sangat masyhur. Namun sepeninggal beliau, tradisi tersebut pelan-pelan ditinggalkan masyarakat Muslim hingga akhirnya pada masa Sheikh Mirza Husain Nuri, beliau menghidupkan kembali tradisi itu melalui dakwahnya.

Ulama besar tersebut tercatat sebagai yang pertama kali berjalan kaki dari Najaf ke Karbala pada hari raya Idul Adha. Beliau bersama 30 orang murid dan sahabatnya menempuh perjalanan selama tiga hari untuk kemudian tiba di Karbala. Setelah melakukan perjalanan tersebut, beliau bertekad akan mengulanginya pada hari Arbain dan selanjutnya mentradisikannya setiap tahun sepanjang umurnya. Tahun 1319 H tercatat dalam rekaman sejarah sebagai perjalanan beliau yang terakhir dari Najaf ke Karbala dengan hanya berjalan kaki.

Sepeninggal beliau, tradisi berjalan kaki ke Karbala terus dijaga dan dihidupkan oleh para pecinta Ahlul Bait as dan Imam Husain as, bahkan tradisi berjalan kaki juga dilakukan oleh ulama-ulama dan Marja’ Taklid. Diantara ulama marja taklid besar dikalangan Syiah yang pernah melakukannya adalah Mirza Jawad Agha Maliki Tabrizi bahkan beliau telah berkali-kali melakukannya.

Mengenai besarnya keutamaan ziarah menuju Haram Imam Husain as di Karbala, beliau mengatakan, “Seorang muslim yang mengakui mencintai Ahlul Bait dan Imam Husain as adalah utama baginya untuk berziarah ke makam Imam Husain as pada Hari Arbain (20 Safar) dengan berjalan kaki, meskupun melakukannya hanya sekali seumur hidup. (parstoday)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Scroll To Top